Tegal (ANTARA News) - Para penumpang kereta api (KA) di Stasiun Besar Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan kerusakan pembelian tiket melalui sistem "online" KA untuk kelas bisnis dan kelas eksekutif jurusan Tegal-Jakarta, Tegal-Cirebon, maupun Tegal-Bandung.

"Pelayanan pembelian tiket melalui sistem `online` di Stasiun Tegal ini sering dikeluhkan penumpang akibat kerap mengalami kerusakan pada jaringannya," kata Kepala Stasiun Besar Kota Tegal, Joko Mardi Gutomo, di Tegal, Kamis.

Padahal, pembelian tiket KA melalui sistem "online" bertujuan untuk memudahkan penumpang mendapatkan tempat duduk pada KA sesuai yang diinginkan tanpa harus melakukan antre.

"Bila sistem tersebut tidak rusak, para petugas tiket kami dapat lebih mudah melayani pembelian tiket sekalipun itu dalam jumlah besar," katanya.

"Dengan rata-rata penumpang mencapai 120-125 orang per KA. Bayangkan saja, kalau satu petugas harus melayani pembelian tiket sebanyak itu dengan sistem manual serta waktu pemberangkatan KA juga terbatas," katanya.

Kerusakan itu membuat petugas tiket terpaksa melakukan pelayanan pembelian secara manual yang prosesnya memakan waktu lebih lama.

"Hal itu juga mengakibatkan penumpang tidak memperoleh tempat duduk di dalam KA, karena tanpa melalui sistem `online`, petugas tidak dapat mengetahui jumlah tempat duduk yang masih belum terisi," katanya.

Bahkan tiket yang diberikan kepada penumpang, katanya, adalah tiket pengganti tiket "online" yang disebut tiket Pas Partu yang tidak tertera nomor tempat duduknya.

"Pelayanan pembelian tiket melalui sistem `online` ini dalam seminggu bisa mengalami kerusakan hingga tiga sampai empat kali kerusakan," katanya.

Selain itu, kerusakan tersebut biasanya memakan waktu satu hingga dua jam, lanjut dia, yang tentu saja merepotkan petugas pelayanan pembelian tiket.

"Kerapnya kerusakan sistem itu bukan kesalahan pihak kami, melainkan kerusakan teknis yang terjadi pada jaringan internetnya," katanya.

Hingga saat ini, pihak stasiun belum berupaya melaporkan kerapnya kerusakan sistem "`online" kepada pihak Telkom melalui Speedy selaku fasilitator jaringan internet.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009