Mataram (ANTARA News) - Seluruh kamar hotel di objek wisata Gili atau Pulau Kecil Terawangan, Kabupaten Lombok Utara, menjelang perayaan Tahun Baru 2010 penuh oleh wisatawan mancanegara.

Pantauan ANTARA News di Gili Terawangan, Minggu menunjukkan, sejumlah wisatawan asing terpaksa bolak balik dari hotel yang satu ke hotel lainnya, namun tidak mendapatkan kamar, karena semua kamar sudah terisi.

Amrozi (35) salah seorang pemilik hotel di Gili Terawangan mengatakan, wisatawan mancanegara biasanya ramai menjelang tahun baru dan pada bulan Juli.

Saat itu puluhan wisatwan yang berlibur ke Gili Terawangan tidak dapat kamar karena sejumlah kamar hotel telah dipesan jauh sebelumnya. Turis yang tidak mendapat kamar terpaksa tidur di teras bahkah di berugak atau tempat istirahat.

Gili Trawangan dengan luas sekitar 338 hektare baru dikembangkan menjadi objek wisata pada era 1980-an dan mengandalkan wisata bahari dengan pantai dan taman bawah laut.

Di Gili Terawangan terdapat karang biru yang merupakan satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia hanya terdapat ada dua tempat karang biru, yakni di Karabia dan Gili Terawangan.

Dalam mengembangkan Gili Terawangan sebagai daerah tujuan wisata, pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengambil kebijakan pengembangan berbasis masyarakat.

Hanya investor lokal yang diperkenankan membuka usaha disini, dan semua tempat penginapan berbentuk cottage kelas melati dan tidak boleh ada hotel berbintang.

Jumlah kamar penginapan yang tersedia sekitar 700 kamar dengan tarif per malam bervariasi antara Rp150 ribu hingga Rp700.000 per malam dimana setiap cottage di tempat ini menawarkan peralatan menyelam.

Berbagai fasilitas penunjang terus dibangun menuju tiga gili seperti membangun jetty (dermaga) untuk yacht (kapal persiar) yang belakangan ini makin ramai mengunjungi ke tiga objek wisata tersebut.

Tiga dermaga jetty dibangun dengan anggaran APBN dan dana pendamping dari APBD.

Kasubdin Pemasaraan Dinas Kebudayaan dan Priwisata NTB, Mahdi Muhamad mengatakan, objek wisata tiga Gili atau Pulau Kecil di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus ramai dikunjungi wisatawan mencapai lebih dari 100 ribu orang per tahun.

"Dari tiga gili tesrebut yang paling ramai adalah Gili Terawangan mencapai 60 ribu wisatawan sementara Gili Meno dan Air masing-masih sekitar 20 ribu wisatawan," katanya.

Wisatawan yang berkunjung ke tiga gili tersebut sebagian besar atau sekitar 80 persen adalah turis mancanegara, sementara untuk wisatawan nusantara atau lokal hanya ramai setelah lebaran.

Sejak awal Januari hingga kini NTB gencar menggelar beragam acara menarik yang diyakini bisa menjaring wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. (*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009