Banda Aceh (ANTARA News) - Aparat gabungan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) bersama Polri dan TNI menembak ternak berkeliaran di dalam Kota Banda Aceh sebagai bentuk pelaksanaan Qanun No.12/2004 tentang penertiban hewan.

"Sudah dua kali kita melakukan penembakan ternak karena ketidakpatuhan pemilik yang membiarkan ternaknya berkeliaran di dalam kota," kata kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Iskandar di Banda Aceh, Senin.

Iskandar mengatakan, penembakan ternak yang berkeliaran dalam kota tersebut sudah sesuai kesepakatan dalam rapat bersama muspida Kota Banda Aceh. Di samping itu juga berdasarkan laporan masyarakat yang resah karena ternak berkeliaran dalam kota.

Menurutnya, banyak laporan masyarakat yang resah karena berkeliarannya ternak dalam kota sebab sudah sering terjadi kecelakaan kendaraan bermotor.

Tim gabungan melakukan penembakan pertama kali pada Kamis (24/12) malam berhasil menembak empat sapi yang berkeliaran masing-masing di Darussalam, jalan P Nyak Makam dan di depan SMK Lhongraya.

Setelah dievaluasi ternyata masih ada pemilik ternak yang melepas sapi di dalam kota sehingga pada Minggu (27/12) sore kembali dilakukan penembakan dua sapi di Simpang Mesra dan seekor di Darussalam.

Menurut Iskandar, pemilik ternak mengetahui penembakan tersebut dan sapi yang ditembak langsung disembelih dan diambil pemiliknya.

"Sampai saat ini belum ada komplain dari pemilik ternak, bahkan mereka mengaku salah karena masih membiarkan ternaknya berkeliaran," kata Iskandar seraya menambahkan pihaknya akan terus melakukan penertiban dengan menembak ternak yang berkeliaran.

Ia menambahkan, sebelumnya mereka telah mengimbau pemilik ternak dengan menyurati aparat desa maupun pengumuman melalui media massa untuk mengkandangkan ternaknya.

Selain itu, upaya untuk menertibkan hewan juga sudah dilakukan dengan cara suntik bius maupun penangkapan dengan jaring namun masih belum menyadarkan warga pemilik ternak sehingga akhirnya dilakukan penembakan.

Wilayah Kota Banda Aceh yang sering ditemukan ternak berkeliaran yaitu di Simpang Mesra, kawasan Terminal Batoh, Lhongraya, Ulee Lheue dan Lamjabat.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009