Gorontalo (ANTARA News) - Wakil Presiden RI Boediono mengatakan, warga Gorontalo sangat tepat memilih jagung sebagai komoditas andalan, karena jagung memiliki prospek cerah dan memberi kontribusi dalam menghasilkan biodiesel.

Terlebih saat ini, dunia dilanda kekhawatiran krisis pangan sehingga setiap negara berlomba membenahi sistem pertanian, kata Wapres saat meninjau gudang silo jagung terbesar di Desa Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Selasa.

Menurut Boediono, keberhasilan Gorontalo dalam mengembangkan jagung, adalah wujud tekad kuat masyarakat dalam menaikkan angka pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

"Petani Gorontalo harus bangga, karena dua puluh tahun ke depan jagung masih jadi komoditas menjanjikan," ujar Wapres, didampingi Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad dan Meneg BUMN Mustafa Abubakar.

Namun Boediono meminta tidak saja jagung yang dijadikan komoditas unggulan, karena negara yang hanya memiliki satu komoditas akan berisiko tinggi.

Pelaksana tugas Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengungkapkan, setiap tahun produksi jagung bertambah, dari 81 ribu ton pada 2001 menjadi 780 ton pada 2009.

"Program unggulan Gorontalo salah satunya adalah pertanian, sehingga kami memprioritaskan ketersediaan benih, pengolahan pasca panen dan menyiapkan pasarnya," katanya. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009