Surabaya (ANTARA News) - PT Semen Gresik (Persero) Tbk mengoperasikan pabrik pengepakan (packing plant) di Pelabuhan Pelindo II Ciwandan, Banten, untuk memperlancar distribusi dan suplai semen di wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Kepala Divisi Komunikasi Semen Gresik, Saifuddin Zuhri, dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Surabaya Selasa menjelaskan, peresmian pengoperasian pabrik pengepakan semen tersebut dilakukan Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Sutjipto pada Senin (28/12).

Proyek packing plant yang dikerjakan sejak Februari 2009 itu, untuk mengantisipasi permintaan semen di wilayah Jawa Barat yang terus mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Sebelumnya suplai Semen Gresik ke daerah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta didistribusikan melalui jalur darat dan laut, sehingga sering mengalami kendala, terutama volume semen yang dikirim dari Pabrik Tuban tidak maksimal," katanya.

Distribusi melalui jalur darat sering terkendala kemacetan, sementara hambatan melewati jalur laut terjadi saat bongkar muat barang, karena masih dilakukan secara manual dan sangat tergantung pada kesiapan truk pengangkut.

Pabrik pengepakan di Ciwandan dilengkapi peralatan penyimpanan semen lengkap dengan sistem unloading dan loading yang efektif dan efisien.

Selain itu, juga dilengkapi "Silo" dengan daya tampung semen hingga 10.000 ton dengan kapasitas penampungan minimal 300 ton per jam dan mesin pengepakan berkapasitas produksi 2.200 ton per jam.

Dengan selesai dibangunnya peralatan ini diharapkan Semen Gresik mampu memenuhi kebutuhan semen di wilayah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta secara maksimal, efektif dan efisien," ujar Dirut PT Semen Gresik Dwi Soetjipto seperti dikutip dari Saifuddin Zuhri.

Ia menambahkan keberadaan pabrik pengepakan ini sebagai bagian dari strategi PT Semen Gresik dalam pengembangan bisnis yang berkesinambungan dan sekaligus menjaga kestabilan pasokan semen.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009