Semarang (ANTARA News) - Mayat pelajar kelas I SMP Masehi 3 Semarang, Jawa Tengah, Mohammad Rotoil (12), yang tenggelam Senin (28/12) siang di Sungai Banjir Kanal Timur ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Mayat korban ditemukan Selasa (29/12) pukul 07.30 WIB di dasar sungai berkedalaman sepuluh meter lebih, tidak jauh dari lokasi korban tenggelam.

Saat ditemukan mayat korban dalam kondisi kaku namun tidak menggelembung seperti halnya korban tenggelam.

Ibu korban dan seorang kerabatnya menangis histeris saat melihat mayat anaknya diangkat dari dasar sungai oleh petugas Basarnas Kota Semarang dan Brimob Polda Jateng.

Setelah sidik jari korban diambil oleh petugas kepolisian, mayat korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimandikan dan selanjutnya dikuburkan di tempat pemakaman umum.

Ibu korban sempat jatuh pingsan di jalan saat mayat korban dibawa dari sungai menuju ke rumahnya di Jalan Gemah RT 2 RW 2 Semarang Timur.

Ayah korban, Abdullah, mengatakan bahwa pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak yang telah berhasil menemukan anaknya meski nyawanya tidak tertolong.

"Kepada semua pihak yang membantu pencarian, saya ucapkan terima kasih atas bantuannya," katanya dengan terbata-bata.

Sebelumnya diberitakan, Senin (28/12) sekitar pukul 12.00 WIB korban yang tidak bisa berenang ikut terjun ke sungai bersama delapan temannya untuk mengisi liburan sekolah.

"Korban yang tidak bisa berenang ikut terjun ke sungai ketika melihat teman-temannya berenang di kedalaman satu meter," kata teman korban, Aldo (14).

Oleh teman-temannya, korban sempat ditolong karena terlihat kesulitan berenang, namun beberapa saat kemudian korban kembali terjun ke sungai dengan kedalaman lebih dari sembilan meter.

"Setelah ditunggu beberapa saat, korban tidak kunjung muncul dipermukaan air sungai," ujarnya.

Melihat hal tersebut, teman-teman korban segera berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk meminta bantuan.

Beberapa warga yang mendengar teriakan minta tolong segera mendatangi asal suara dan memberikan pertolongan serta melapor ke polisi.

Anggota Polsek Pedurungan dan Polres Semarang Timur langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009