Kementerian ESDM uji B40 untuk kendaraan bermesin diesel

Kementerian ESDM uji B40 untuk kendaraan bermesin diesel

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kanan), Menteri ESDM Arifin Tasrif (ketiga kiri) dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kedua kiri) menyaksikan pengisian bahan bakar Solar pada sebuah mobil saat peresmian implementasi program Biodiesel 30 persen (B30) di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12/2019). Implementasi program campuran minyak sawit mentah sebanyak 30 persen dalam bahan bakar minyak jenis Solar (Biodiesel 30 persen) itu untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta mengurangi impor bahan bakar minyak. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Metode uji ketahanan yang kami gunakan sudah mendapat persetujuan bersama dari Gaikindo...
Jakarta (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan kajian terhadap Biodiesel 40 persen (B40) untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin diesel.

Penelitian ini meneruskan keberhasilan penerapan Biodiesel 30 persen (B30) sejak 1 Januari 2020 lalu.

Saat ini sedang dilakukan uji ketahanan 1.000 jam pada engine test bench di laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi Lemigas terhadap dua formulasi B40.

Formulasi yang pertama adalah B40, yakni campuran 60 persen solar dengan 40 persen Fatty Acid Methyl Esther (FAME). Formulasi yang kedua adalah campuran 60 persen solar dengan 30 persen FAME dan 10 persen Distillated Fatty Acid Methyl Esther (DPME).

Baca juga: Sukses program B30, Pemerintah lanjut ke B40

Kepala Balitbang ESDM Dadan Kusdiana dalam informasi tertulis di Jakarta, Kamis, menargetkan kajian penerapan B40 akan selesai di akhir tahun 2020.

Namun, lanjut dia, Balitbang untuk sementara tidak akan melakukan uji jalan B40 seperti yang dilakukan pada kajian penerapan B30, karena pandemi COVID-19.

"(Kajian) Akan selesai di akhir tahun, mungkin November kita mulai melakukan analisis lengkap dari semua. Untuk sementara kita tidak akan melakukan uji jalan di jalan raya," ujar Dadan.

Baca juga: Airlangga harapkan BPPT uji coba B20 pada Juli 2021

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Pengkajian B40 Sylvia Ayu Bethari menjelaskan bahwa kajian penerapan B40 ini telah sampai pada tahap uji ketahanan 1.000 jam pada engine test bench di laboratorium Lemigas.

"Metode uji ketahanan yang kami gunakan sudah mendapat persetujuan bersama dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) dan Ikabi (Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia)," katanya.

Saat ini pihaknya  yang sedang dilakukan adalah uji ketahanan untuk dua mesin yaitu pertama menggunakan sample bahan bakar B40 dan sudah diuji 370 jam. Sedangkan kedua, formulasi B30 dengan DPME 10 persen sudah diuji 615 jam.

Baca juga: Asosiasi produsen biofuel sebut uji coba B40 mulai bulan depan

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden sebut B30 jadikan Indonesia mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar