Medan (ANTARA News) - Kapolda Sumut, Irjen Pol Badrodin Haiti menginstruksikan jajarannya untuk menerapkan transparansi dalam penggunaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2010.

Dalam sosialisasi DIPA 2010 kepada seluruh kepala satuan kerja (Kasatker) dan kepala satuan wilayah (Kasatwil) di jajaran Polda Sumut di Medan, Selasa, Badrodin mengatakan, penggunaan DIPA bukanlah suatu hal yang harus ditutup-tutupi.

"Harus transparan dan setiap personel polisi harus mengetahuinya," kata Badrodin.

Ia mengatakan, Polda Sumut menerima DIPA sebesar Rp1,071 triliun pada tahun 2010 atau mengalami penambahan sekitar Rp69 miliar dibandingkan tahun 2009 yang berjumlah Rp1,001 triliun.

Jumlah DIPA itu akan lebih banyak dimanfaatkan untuk belanja atau gaji pegawai dan personel Polda Sumut yakni sebanyak Rp894 miliar lebih.

Sebanyak Rp157 miliar akan dimanfaatkan belanja barang yang berkaitan dengan kepentingan tugas jajaran Polda Sumut.

Sedangkan sisanya sekitar Rp19 miliar akan dimanfaatkan untuk belanja modal, kata mantan Kapoltabes Medan tersebut.

Ia mengatakan, dengan kondisi APBN yang masih sangat terbatas, pemanfaatan DIPA di jajaran Polda Sumut harus tepat sasaran sehingga memberikan hasil maksimal.

DIPA yang berasal dari APBN tersebut harus dimanfaatkan melalui realisasi program yang terukur dan terencana dengan jelas. Karena itu, anggaran yang telah tersedia harus dimanfaatkan dalam kegiatan yang berbasis kinerja, katanya.

Badrodin menjelaskan, pihaknya menetapkan delapan program besar dalam pemanfaatan DIPA tahun 2010 yang berjumlah Rp1,071 triliun tersebut.

Delapan program itu adalah menciptakan proses pemerintahan yang baik, pengembangan sumber daya manusia (SDM), perbaikan sarana dan prasarana serta meningkatkan keamanan dan ketertiban.

Kemudian, menjaga potensi kerawanan, memelihara kamtibmas, peningkatan penyidikan dan penyelidikan serta program kerjasama di bidang pengamanan dan ketertiban.

Badrodin menyatakan, seluruh jajaran Polda Sumut harus dapat merealisasikan DIPA 2010 itu secara jujur dan penuh dedikasi untuk menjalankan delapan program tersebut secara tepat sasaran dan tepat waktu.

"Bekerjalah secara jujur dan penuh dedikasi. Jangan ada penyimpangan dana. Jika terjadi penyimpangan akan ditindak tegas," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010