Washington (ANTARA News) - Pankreas buatan akan segera diciptakan oleh para ilmuwan diabetes bersama perusahaan produsen pompa insulin, Animas.

The Juvenile Diabetes Research Foundation (JDRF) pada Rabu (13/1) waktu setempat mengemukakan, mereka memilih unit dari Johnson & Johnson itu untuk mengembangkan dan mencoba teknologi baru, yakni sistem pompa dan pengawasan khusus untuk diabetes tipe-1.

“Ini akan menjadi sebuah riset dan pengembangan tahap pertama ke arah penciptaan pankreas buatan,” kata Dr. Henry Anhalt, direktur urusan medis dari Animas, seperti yang dikutip Maggie Fox dari Reuters.

Animas akan bekerjasama dengan yayasan itu menciptakan perpaduan antara alat pencatat glukosa, pompa insulin, dan beberapa perangkat lunak dengan teknologi nirkabel. Sistem baru itu akan memudahkan para penderita diabetes untuk memeriksa darah dan menginjeksi insulin.

Tujuannya adalah sebuah alat yang mampu mengecek darah setiap saat dan menyuntikan insulin ketika dibutuhkan, tanpa bantuan orang lain. Artinya teknologi ini ke depannya menjadi hanya satu paket, baik itu pompa insulin atau sistem pencatatan glukosa saja.

“Di sinilah letak daya magisnya, ketika kedua alat ini mampu berkomunikasi satu sama lain. Sekarang kedua alat ini sudah tersedia tetapi masih terpisah,” jelas Alan Lewis, pejabat kepala eksekutif dan presiden JDRF.

Yayasan itu telah bertahun-tahun bekerjasama dengan pusat-pusat ilmu pengetahuan untuk membangun sistem yang sempurna dan bisa memasarkannya.

“Animas adalah badan yang menyediakan peralatannya. JDRF akan menjadi rekanan yang menggunakan pengetahuan dan keahlian kami,” kata Lewis lagi.

Yayasan itu menggelontorkan delapan juta dolar AS untuk tiga tahun ke depan bagi proyek itu. Tujuannya adalah memiliki teknologi generasi pertama dari perangkat canggih tersebut sehingga bisa dievaluasi selama empat tahun mendatang.

Diabetes tipe-1 adalah penyakit "autoimune", yakni sistem kekebalan tubuh malah merusak sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Tubuh tidak lagi bisa melarutkan dan menggunakan gula. Jika tidak diobati, maka akan merusak pembuluh darah dan saraf, organ-organ tubuh, dan akhirnya meninggal.

Bahkan, jika diobati, maka pembuluh darah dan organ tubuh tetap rusak, kebutaan, gagal ginjal, bahkan kehilangan anggota tubuh. Di Amerika Serikat (AS) diperkirakan tiga juta orang, rata-rata anak-anak dan remaja, mengidap diabetes tipe-1.

“Ini bisa menjadi pertolongan pertama karena tidak saja meningkatkan pengawasan glukosa tetapi juga mengangkat seluruh beban,” kata Aaron Kowalsky dari JDRF.

Yang belum sempurna adalah perangkat lunak yang mengatur pompa insulin dan gula darah agar tidak terlalu tinggi ataupun rendah. Animas dan JDRF akan bekerjasama untuk menemukan formula terbaik untuk itu dan mencobanya.

“Belum ada satu algoritma pun yang sesuai dengan gejala-gejala dari pasien,” kata Anhallt, seorang dokter spesialis organ pankreas anak.

Menurut Lewis, DexCom Inc. yang menciptakan alat pengontrol glukosa akan menyediakan produknya itu menjadi bagian dari paket tersebut.

“Kami percaya Animas adalah pemimpin lapangan yang akan mengizinkan kami memasarkan sebuah produk,” kata Lewis. Targetnya menciptakan teknologi yang dipercaya oleh dokter, pasien, dan orang tua.

“Semua orang tua yang harus bangun tiap malam untuk memeriksa kadar gula darah anaknya akan lebih lega karena anak-anak mereka tidak lagi akan bangun karena kadar gula darahnya yang sangat rendah,” ulas Kowalski, yang juga mengidap diabetes tipe-1.

Ia menambahkan, “Di sini kualitas kehidupan tidak dilebih-lebihkan.” (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010