Kuwait City, (ANTARA News) - Investor Arab menderita kerugian 2,5 triliun dolar AS dari bencana kredit, Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Mohammad al-Sabah, yang negaranya menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi ekonomi pada pekan depan, mengatakan pada Jumat. "Dunia Arab menderita kerugian 2,5 triliun dolar dalam empat bulan lalu" sebagai akibat dari krisis keuangan global, kata Sheikh Mohammad dalam konferensi pers menyusul pertemuan bersama menteri-menteri luar negeri dan keuangan Arab di Kuwait. Ia juga mengatakan bahwa sekitar 60 persen proyek pembangunan "telah ditunda maupun dibatalkan" oleh enam negara yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) karena peluluhan global itu. Para pemimpin Arab yang menyelenggarakan pertemuan ekonomi pertama mereka pada 19-20 Januari itu akan membicarakan dampak dari peluluhan ekonomi di seluruh dunia terhadap 22 negara Arab. Kerugian terbesar sekitar 40 persen penurunan dalam nilai investasi Arab di luar negeri, yang sebelumnya mencapai total sekitar 2,5 triliun dolar AS. Kejatuhan di pasar modal menyumbangkan lebih dari 600 miliar dolar AS terhadap kerugian itu, sementara investor Arab lebih jauh terkena dampak oleh penurunan tajam dalam penerimaan minyak, penurunan nilai investasi properti dan akibat lain dari penurunan global. Pertemuan tingkat tinggi pada pekan depan itu juga akan membicarakan perang Gaza namun para pemimpin tetap berminat untuk menyetujui respons bersama terhadap krisis keuangan.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009