MK luncurkan 28 buku tentang hukum dan konstitusi

MK luncurkan 28 buku tentang hukum dan konstitusi

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (24/7/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara (Puslitka) Mahkamah Konstitusi meluncurkan 28 judul buku bertema hukum dan konstitusi yang disusun oleh hakim konstitusi, pegawai Mahkamah Konstitusi serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

"Peluncuran buku pada hari ulang tahun Mahkamah Konstitusi telah menjadi komitmen sejak setahun yang lalu, sedangkan budaya menulis buku telah menjadi kultur yang dibangun sejak Mahkamah Konstitusi berdiri pada tahun 2003," ujar Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dalam peluncuran buku dalam rangka memperingati HUT ke-17 Mahkamah Konstitusi yang disiarkan secara daring, Rabu.

Buku yang diluncurkan kali ini lebih banyak dari tahun sebelumnya sebanyak 25 buku dan melebihi target yang direncanakan menyamai tahun sebelumnya.

Baca juga: Baru disetujui, RUU Mahkamah Konstitusi segera diuji di MK
Baca juga: RUU MK disahkan DPR menjadi Undang-Undang
Baca juga: Anggota DPR ingin izin perpanjangan pertambangan batubara ditunda


Anwar Usman yang juga menyusun satu buku itu mengajak para pegawai Mahkamah Konstitusi untuk berlomba dalam kebaikan, termasuk membuat buku dengan tema yang tidak terbatas terkait hukum saja.

"Tidak semua tulisan harus di bidang hukum karena berbicara tentang konstitusi, tentu pula akan berkaitan dengan seluruh aspek kehidupan di dalam berbangsa dan bernegara," tutur Anwar Usman.

Ia mencontohkan dalam peluncuran kali ini terdapat satu buku dengan tema di luar bidang hukum, yakni membahas mengenai ilmu administrasi dan kebijakan publik.

Peluncuran buku yang diagendakan setiap tahun oleh Mahkamah Konstitusi, bertujuan untuk meningkatkan budaya menulis, menuangkan gagasan dan pengalaman, dan wujud kontribusi nyata lembaga itu untuk mencerdaskan bangsa.

Mahkamah Konstitusi disebutnya tidak hanya semata lembaga peradilan ketatanegaraan pengawal konstitusi, tetapi juga sebagai kampus konstitusi tempat para akademisi dan praktisi yang ingin memperdalam ilmu tentang konstitusi dan lembaga Mahkamah Konstitusi.

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar