Dapat tambahan Rp425 miliar, total anggaran BMKG jadi Rp3,274 triliun

Dapat tambahan Rp425 miliar, total anggaran BMKG  jadi Rp3,274 triliun

Dokumentasi - Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat ukur intensitas dan durasi penyinaran matahari (Campbell Stokes) di Laboratorium Terbuka BMKG Serang, Banten, Kamis (21/5/2020). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/nz/aa.

Dalam pagu anggaran BMKG mendapatkan tambahan sebesar Rp425 miliar sehingga pagu BMKG menjadi Rp3,274 triliun
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 425 miliar sehingga total pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp3,274 triliun.

"Dalam pagu anggaran BMKG mendapatkan tambahan sebesar Rp425 miliar sehingga pagu BMKG menjadi Rp3,274 triliun," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi V DPR yang ditayangkan secara virtual, di Jakarta, Kamis.

Tambahan anggaran tersebut, kata dia, dialokasikan untuk peningkatan kerapatan jaringan observasi meteorologi, klimatologi dan geofisika sebesar Rp325 miliar dan untuk pemeliharaan peralatan meteorologi, klimatologi dan geofisika sebesar Rp100 miliar.

Dampak lanjut dari pemanfaatan tambahan anggaran itu, katanya, adalah penambahan kegiatan Sekolah Lapang yang semula 92 lokasi bertambah 19 lokasi menjadi 111 lokasi.

Ia mengatakan program kerja dan kegiatan BMKG mendukung multi sektor tidak hanya sebatas membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, namun juga memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan dan memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

Belanja modal memiliki porsi terbesar dalam pagu anggaran BMKG. Pagu anggaran sebesar Rp3,274 triliun itu terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp658 miliar, belanja barang Rp1,237 triliun, dan belanja modal Rp1,379 triliun

Pagu anggaran itu, kata Dwikorita Karnawati, diperoleh dari beberapa sumber pendanaan yaitu Rp2,533 triliun dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Rp117 miliar dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan Rp624 miliar dari pinjaman luar negeri.

Komisi V DPR dalam kesempatan itu mengatakan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia selain peningkatan operasional peralatan untuk BMKG menjalankan tugas dan fungsinya terutama kaitannya dengan kebutuhan deteksi dini bencana.

Baca juga: Presiden minta BMKG gandeng aparat keamanan untuk jaga alat pantau

Baca juga: Komisi V DPR setujui mitra kerjanya gunakan dana cadangan

Baca juga: Fahri Hamzah siap bantu tingkatkan anggaran BMKG

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

La Nina dan El Nino, ini dampaknya bagi masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar