ACT Sumsel perbanyak pojok donasi LSP

ACT Sumsel perbanyak pojok donasi LSP

Pojok Lumbung Sedekah Pangan (ACT) di salah satu masjid di Palembang, Sabtu (5/9) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap Sumatera Selatan memperbanyak pojok donasi Lumbung Sedekah Pangan di masjid dan gerai perbelanjaan di Kota Palembang.

Humas ACT Sumsel, Hening, Sabtu, mengatakan saat ini sudah terpasang 13 pojok donasi Lumbung Sedekah Pangan (LSP) yakni sembilan unit di gerai 212 Mart dan empat unit di masjid.

"Ada banyak masjid yang sedang kami upayakan agar bisa dipasang pojok LSP ini," ujarnya di Palembang.

Baca juga: ACT dorong masjid jadi garda terdepan penyelamat ekonomi umat

Selain itu pihaknya tengah menjajaki retail dan mal di Kota Palembang untuk dipasang pojok LSP, sebab tampak semakin banyak masyarakat yang antusias berdonasi lewat pojok LSP tersebut.

Pojok LSP mendorong masyarakat yang berkecukupan agar berdonasi dengan cara yang lebih mudah, cukup meletakkan bantuan panganya di lemari atau rak yang disediakan ACT, kemudian orang-orang yang membutuhkan akan mengambilnya.

Pojok LSP juga diharapkan meringankan beban masyarakat prasejahtera yang terdampak COVID-19.

Menurut Hening, ada banyak jenis donasi pangan yang telah diletakkan ke pojok LSP oleh donatur, mulai dari beras, mi instan, minyak goreng, gula, biskuit, sayur, dan ikan kemasan kaleng.

"Pernah juga seorang pengusaha sayur hidroponik dan ternak lele ikut berdonasi lewat program LSP, dia mendonasikan hasil usahanya," kata dia.

Meski konsep pojok donasi itu tanpa perantara, namun ACT juga siap menjemput donasi pangan dari donatur dan langsung akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Baca juga: ACT target 1 juta petani dan pengusaha mikro terima wakaf modal usaha
Baca juga: Gerakan wakaf jadi jawaban bagi isu kemiskinan di tengah pandemi
Baca juga: ACT Sumsel selesaikan pembangunan asrama ponpes Nurul Iman

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumsel cairkan insentif tenaga kesehatan periode pertama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar