Muhammadiyah: Malik Fadjar adalah inspirasi pendidikan

Muhammadiyah: Malik Fadjar adalah inspirasi pendidikan

Dokumentasi - Menteri Agama Abdul Malik Fadjar (kiri) duduk bersila bersam pimpinan pondok pesantren Asyafiiyah, Pulo Air, Sukabumi, KH. Abdul Rosyid As, saat menunggu buka puasa di ruangan pondok pesantren Assayafiiyah , Sukabumi, Kamis (7/1/1999). FOTO ANTARA/TF01/SF01/aa.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan almarhum Prof Abdul Malik Fadjar adalah inspirasi bagi para penggerak kampus Muhammadiyah dalam membangun pendidikan khususnya di perguruan tinggi.

"Saya berani berkata bahwa sebagian besar dari pendiri dan pengelola perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah adalah banyak terinspirasi oleh karya agung dari beliau berupa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang beliau tinggalkan," kata Buya Anwar saat dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.

Ia mengatakan almarhum mantan Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional itu pernah berpesan jika ingin memajukan perguruan tinggi maka harus tekun dan bersungguh-sungguh.

Malik Fadjar, kata Sekjen Majelis Ulama Indonesia, juga merupakan sosok yang tidak menyukai rektor perguruan tinggi yang lebih banyak bepergian dan tidak betah di kampus yang dipimpin. Artinya, jika rektornya saja tidak nyaman maka bagaimana dengan civitas akademika lainnya.

Baca juga: Muhammadiyah: Almarhum Malik Fadjar cinta ilmu

Buya Anwar mengatakan Malik adalah seorang pejuang pendidikan yang gigih, tidak kenal lelah serta selalu optimistis. Berkat ketekunannya Malik bisa membawa UMM menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) bereputasi di Indonesia, megah, maju dan modern.

"UMM ini merupakan salah satu perguruan tinggi unggulan di lingkungan Muhammadiyah dan menjadi salah satu PTS yang diperhitungkan di negeri ini," kata dia.

Ketua PP Muhammadiyah mengatakan Malik pernah menjadi Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional karena tentu tidak terlepas dari keberhasilan memajukan kampus UMM.

"Beliau di organisasi Muhammadiyah telah banyak melahirkan kader-kader muda yang tangguh dan handal. Prof Dr Muhadjir Effendi yang sekarang Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan adalah salah seorang kader dan anak didiknya," katanya.

"Dengan kepergian beliau, warga Muhammadiyah tentu kehilangan karena beliau menjadi inspirasi bagi generasi di bawahnya dan tempat untuk bertanya agar juga bisa berbuat serupa dengan yang telah beliau lakukan," katanya.

"Semoga semua amal ibadah yang telah beliau lakukan akan menjadi pahala bagi beliau sehingga hal itu semua nanti akan dapat menolong beliau ketika berada di depan pengadilan Tuhan nanti di hari akhir," kata dia.

Baca juga: Malik Fadjar tutup usia

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar