Presiden: Tak ada tawar menawar soal protokol kesehatan di Pilkada

Presiden: Tak ada tawar menawar soal protokol kesehatan di Pilkada

Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Lukas/aa.

Perlu saya tegaskan kembali, pertama bahwa keselamatan masyarakat, kesehatan masyarakat adalah segalanya jadi protokol kesehatan tidak ada tawar-menawar
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada tawar menawar soal penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam setiap tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, karena keselamatan masyarakat adalah yang utama.

"Perlu saya tegaskan kembali, pertama bahwa keselamatan masyarakat, kesehatan masyarakat adalah segalanya jadi protokol kesehatan tidak ada tawar-menawar," kata Presiden dalam rapat terbatas 'Lanjutan Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak' di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Presiden mengatakan cara keberhasilan bagi bangsa dan negara untuk bisa keluar dari masa sulit pandemik COVID-19 adalah dengan berhasil menangani permasalahan-permasalahan kesehatan. Cara terpenting saat ini untuk menangani masalah kesehatan adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu protokol kesehatan mutlak harus dilaksanakan di setiap tahapan Pilkada Serentak 2020.

Baca juga: Presiden Jokowi minta kualitas demokrasi Pilkada 2020 ditingkatkan

Baca juga: Presiden minta keselamatan masyarakat diutamakan


"Sekali lagi, kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggara Pilkada harus dilakukan, harus ditegakkan dan tidak ada tawar-menawar," ujar dia menegaskan.

Presiden Jokowi menegaskan hal itu karena dia melihat masih banyak bakal pasangan calon (bapaslon) yang melanggar protokol kesehatan seperti menggelar konser saat deklarasi keikutsertaan dalam Pilkada. Hal itu tidak bisa dibiarkan.

Presiden meminta semua pihak yaitu lembaga penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawasan Pemilu, pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga penegak hukum, seluruh tokoh masyarakat, tokoh organisasi , untuk aktif bersama-sama mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Seluruh tokoh masyarakat, tokoh organisasi untuk aktif bersama-sama mendisiplikan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan," tuturnya.

Kepala Negara juga menekankan kepada seluruh aparat birokrasi dalam pelaksanaan Pemilu, serta juga aparat TNI dan Polri untuk turut menjaga kualitas demokrasi bangsa, dengan tidak bersikap memihak kepada salah satu pasangan calon peserta Pilkada.

"Selain taat dalam menjalankan protokol kesehatan, saya minta kualitas demokrasi kita dijaga, ditingkatkan. Kita ingin dalam posisi yang sulit seperti ini demokrasi kita semakin dewasa, demokrasi kita semakin matang," ujar Presiden.

Baca juga: Presiden cermati pelanggaran protokol kesehatan dalam Pilkada

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden Jokowi tegaskan reformasi birokrasi dan struktural tak bisa ditunda lagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar