Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Warga Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mempertanyakan perbaikan jalan lingkungan sepanjang 500 meter di wilayahnya yang proses pengerjaannya terbengkalai.

Sukamto (47), perwakilan warga RT01 RW01, Kampung Belendung, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, di Babelan, Kamis, mendesak agar jalan yang menghubungkan Desa Muara Bakti dengan Jalan Raya Babelan segera dirampungkan pengerjaannya.

"Jalan tersebut didanai APBD Kabupaten Bekasi 2009 senilai Rp113.993.280. Sesuai jadwal, proses pengerjaannya dilakukan mulai 24 November 2009, namun hingga kini tidak kunjung dikerjakan," ujarnya.

Jalan tersebut sudah sejak lama kondisinya tidak layak dan berlubang. Kerusakan jalan mengakibatkan hasil pertanian di wilayah setempat sulit didistribusikan ke pasar tradisional yang terletak di sekitar Jalan Raya Babelan.

"Mayoritas warga di sini berprofesi sebagai petani yang memanfaatkan jalan Belendung sebagai satu-satunya akses menuju pasar," katanya.

Ny. Tini (44), warga lainnya mengaku kecewa dengan aparat desa setempat yang terkesan tutup mata dengan situasi itu. "Kami sudah berulang kali mempertanyakan kapan perbaikan jalannya selesai dikerjakan, namun belum mendapat respon," katanya.

Menurut Tini, dampak negatif dari kerusakan jalan tersebut cukup beragam dirasakan warga. Mulai dari debu yang beterbangan saat memasuki musim panas, dan genangan air kotor akibat hujan.

Bahkan, kondisi jalan cukup berbahaya bagi pemakai kendaraan karena berlubang dan licin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Muara Bakti, Rikam, menepis anggapan warga bahwa pihaknya tutup mata dengan desakan itu.

"Saya sudah menindaklanjutinya dengan mempertanyakan proses peningkatan Jaling di desa kami yang sampai saat ini tidak rampung dikerjakan kepada pak Bupati melalui surat bernomor 005/13/UM/I/2010. Jadi tinggal tunggu saja bagaimana jawabannya," katanya.

Dikatakan Rikam, peningkatan Jaling di wilayah tersebut pada tahun 2009 sebanyak tiga ruas jalan. Dua diantaranya, yakni Jaling Tugu Kampung Blendung, dan Jaling Blendung-Kedung Pengawas sudah rampung dikerjakan. "Seharusnya, Jaling di RT01 RW01 juga selesai dikerjakan pada waktu yang hampir bersamaan," ujar Rikam.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Bekasi, Porkas Pardamaian Harahap, belum dapat berkomentar terkait situasi tersebut saat dihubungi melalui telepon genggamnya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010