Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan, lima perusahaan milik negara yakni PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Garuda Indonesia, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, dan PT Krakatau Steel, dan PT Pertamina siap go public pada tahun ini.

"Kalau tidak ada halangan lima BUMN tersebut go public tahun ini. Empat melalui penawaran saham perdana (IPO) tercatat di bursa saham, sedangkan Pertamina menjadi perusahaan publik non-listing (public non-listed company)," kata Mustafa di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Menurut Mustafa, rencana penjualan saham perdana ke publik (IPO) tersebut merupakan bagian dari program 100 Hari Kementerian BUMN yaitu melakukan privatisasi untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Dikatakannya, PP merupakan yang paling awal "melantai" di bursa saham karena tinggal menunggu penetapan harga saham.

"Saham PP sudah selesai. Namun ada aturan yang menyebutkan belum boleh mengumumkan nilai saham satu perusahaan sebelum mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK," katanya.

Setelah PP, kata Mustafa, yang paling dekat mencatat saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah PT Garuda Indonesia. Saham perusahaan penerbangan plat merah itu akan dilepas pada kisaran 25 persen hingga maksimal 40 persen.

Dana hasil IPO yang akan diperoleh diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS, yang akan digunakan selain untuk membayar utang juga untuk meningkatkan layanan perusahaan.

Saat ini, menurut Mustafa, manajemen Garuda cukup efektif mempersiapkan berbagai aspek untuk memuluskan IPO.

"Garuda saat ini sedang melakukan seleksi penasehat keuangan," ujarnya.

Ia berpendapat, kinerja keuangan Garuda dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan tercermin dari perolehan laba yang melonjak.

Menurut catatan, Garuda pada 2010 memperkirakan meraih laba mencapai Rp1,2 triliun, tumbuh 20 persen dari laba sekitar Rp1 triliun pada 2009.

Sedangkan di sektor perkebunan, PTPN III juga didorong melepas saham kepada publik.

Sesungguhnya, kata Mustafa, tiga PTPN yaitu III, IV, dan VII sudah mendapat persetujuan IPO dari komite tim privatisasi.

Namun, PTPN III dinilai paling siap dibanding dua PTPN lainnya karena kinerja PTPN III yang sangat bagus.

"Tidak mungkin dalam satu saat dua perusahaan sektor yang sama masuk pasar modal," katanya.

Selain empat perusahaan tersebut, Kementerian BUMN juga akan menyelesaikan proses pembentukan PT Pertamina menjadi perusahaan publik non-listing.

"Audit laporan keuangan Pertamina diharapkan selesai pada April 2010, sehingga ditargetkan menjadi public non-listed company pada semester I 2010," tegasnya.(*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010