Jakarta (ANTARA News) - Pembahasan rencana pembangunan rumah sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza Palestina, yang merupakan ikhtiar bersama pemerintah dan rakyat Indonesia kian mengerucut yakni bakal ditugaskannya tim aju lintas sektor untuk melihat kondisi di sana.

"Rapat gabungan lintas sektor sudah mengalami perkembangan positif, dan pekan depan dijadwalkan diikuti pejabat eselon 1 terkait dengan unsur masyarakat," kata Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi kependudukan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup dr Emil Agustiono, M.Kes kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, usai memimpin rapat koordinasi gabungan itu.

Rapat koordinasi itu diikuti oleh staf ahli Menko Kesra bidang hubungan internasional Susanto Sutoyo, Ketua Presidium organisasi relawan kegawatdaruratan kesehatan "Medical Emergency Rescue Committee" (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad, Ahyahudin Sodridari MER-C Indonesia Cabang Jerman, Kepala Divisi Konstruksi MER-C Ir Faried Thalib, Patriot Adinarto dan Ahmad Masbukhin dari Direktorat
Timur Tengah Kementerian Luar Negeri.

Selain itu, juga diikuti perwakilan dari Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Sosial.

Pada kesempatan itu, Emil Agustiono mengemukakan bahwa dari tiga kali rapat koordinasi yang telah dilaksanakan, maka peta permasalahan mengenai rencana pembangunan RS Indonesia di Gaza sudah mulai dapat diidentifikasi, termasuk hambatan yang masih dihadapi maupun rencana solusi yang ada.

"Intinya, semua pihak, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat yang diwakili organisasi relawan semacam MER-C Indonesia sepakat bahwa misi utama yang dibawa atas nama Indonesia adalah misi kemanusiaan, yang diwujudkan dalam bentuk rumah sakit itu," katanya.

Dengan kian mengerucutnya rencana tersebut, kata dia, maka semua hasil rapat dimaksud akan disampaikan kepada Menko Kesra Agung Laksono, yang setelah mendapat kunjungan dan laporan MER-C Indonesia mengenai rencana dimaksud, memberikan dukungan penuh.

Menko Kesra Agung Laksono saat menerima MER-C Indonesia pertengahan Desember 2009 mengemukakan bahwa pihaknya mendukung terwujudnya pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina, yang diupayakan bersama antara pemerintah dan rakyat Indonesia.

"Saya akan coba untuk membicarakan lagi dengan para pihak di pemerintahan," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010