Bogota (ANTARA News/AFP) - Empat polisi dan tiga tentara tewas dalam serangan bom pemberontak di dekat perbatasan Venezuela, seorang jurubicara militer mengatakan, Ahad.

Para polisi dan tentara itu berencana menyergap pengapalan bensin tidak sah dari Venezuela Sabtu ketika truk yang mereka tumpangi meledak di sebuah jalan dekat Puerto Rondon, kata jurubicara tersebut.

Media setempat di Arauca menyatakan ketujuh polisi dan tentara itu selamat dari ledakan dengan luka-luka tapi dieksekusi dengan sejumlah tembakan senapan oleh pemberontak, yang diduga anggota Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).

Radio Caracol mengutip beberapa saksi yang menjelaskan pemberontak FARC melarikan diri melintasi perbatasan ke Venezuela setelah serangan itu.

FARC adalah kelompok gerilyawan terkuat dan tertua Kolombia yang memerangi pemerintah sejak 1960-an. Kelompok itu belakangan telah menimbulkan perselisihan antara Kolombia dan Venezuela.

Presiden Venezuela Hugo Chavez Juli telah membekukan hubungan diplomatik dengan Bogota setelah Kolombia menuduh Caracas telah menyembunyikan dan memiliki hubungan dengan pemberontak FARC.(S008/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010