Anggota DPR dukung Karinding masuk warisan budaya dunia oleh UNESCO

Anggota DPR dukung Karinding masuk warisan budaya dunia oleh UNESCO

Seniman sekaligus perajin Ecep Bilal, menyelesaikan pembuatan karinding di Sanggar lingkung Seni Tunggul Galuh, Desa Sindangsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (9/3/2020). (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengaku sangat mendukung gagasan agar musik tradisi Sunda Karinding menjadi warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

Lebih lanjut, Huda meminta pemerintah untuk mendukung penuh serta memfasilitasi prakarsa masyarakat tersebut.

"Saya merasa Karinding ini sebagai kesempatan terbaik kita untuk pemaknaan ulang terhadap semua nilai kemanusiaan termasuk dalam bernegara," kata Huda dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Karinding adalah alat musik tradisional Sunda dari Jawa Barat dan Banten, yang dimainkan dengan cara disentil oleh ujung telunjuk sambil ditempel di bibir.

Karinding termasuk dalam jenis lamelafon atau idiofon.

Dalam diskusi budaya di Bandung, Jawa Barat, Jumat, Huda mengatakan bahwa alat musik yang biasanya terbuat dari bambu atau pelepah aren itu bisa menjadi tawaran yang relevan untuk pendidikan karakter generasi muda Indonesia.

Meminjam istilah filsuf Jerman Friedrich Nietzsche, Huda menyebut Indonesia boleh dibilang mengalami 'transvaluasi nilai' yang luar biasa saat ini.

"Anak-anak didik kita mungkin cerdas tapi kecerdasan batinnya hilang. Hari ini kebudayaan kita terpenggal-penggal, pengetahuan terpenggal dengan kebudayaannya dan kebudayaan terpenggal dengan perilaku kehidupan sehari-hari," kata Huda.

Huda menegaskan, dalam situasi seperti inilah tradisi kebudayaan dan strategi kebudayaan benar-benar bisa dijalankan untuk memanusiakan manusia.

Terlebih, di saat pandemi COVID-19 saat ini, hubungan antara pengetahuan dan hati nurani semakin rusak, yang bisa dilihat dari penyimpangan-penyimpangan perilaku manusia.

Ia mengingatkan, jangan sampai pemerintah terjebak dalam kepentingan pasar, di mana anak-anak muda Indonesia disiapkan untuk menjadi buruh dibanding mengenali budayanya.

"Kalau tidak ada prakarsa seperti itu dan tidak ada dukungan dari negara, saya kira, kita akan memasuki dunia kegelapan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Maka dari itu, Karinding dinilai dapat menjadi ruang yang bisa mensinergikan perilaku manusia dan relevan dalam mengarungi zaman di masa yang akan datang.

Baca juga: Ruwat Rawat Borobudur penghargaan situs warisan budaya dunia

Baca juga: Pecinta wisata budaya diajak kenali 5 situs warisan dunia di Indonesia

Baca juga: Pemerintah gencarkan promosi Jalur Rempah sebagai warisan budaya

Baca juga: Kemendikbud: Digitalisasi musik bagian dari warisan budaya bangsa

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Danau Toba resmi sandang Unescoa Global Geopark

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar