Polda Metro gelar Operasi Yustisi mulai Senin

Polda Metro gelar Operasi Yustisi mulai Senin

Pelanggar izin usaha indekos, panti pijat, dan tempat usaha berpotensi mencemari lingkungan menjalani sidang yustisi di RPTRA Kalijodo, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)

pelaksanaannya sama-sama dengan pemerintah daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), kejaksaan dan kehakiman
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menggelar Operasi Yustisi di wilayah hukum setempat mulai Senin (14/9) bersamaan dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan.

"Sesuai arahan Kapolri dalam waktu dekat ada Operasi Yustisi yang pelaksanaannya sama-sama dengan pemerintah daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), kejaksaan dan kehakiman," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Minggu.

Baca juga: Erick Thohir: Kita akan jalankan operasi yustisi mulai Senin depan

Operasi kependudukan kali ini dilatarbelakangi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan dan Pergub DKI Jakarta tentang pendisiplinan protokol kesehatan.

"Mendasari ini, kami dari instansi terkait akan laksanakan Operasi Yustisi dalam rangka menertibkan kembali agar masyarakat lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan. Semua untuk masyarakat," katanya.

Nana menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap PSBB lanjutan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Petugas gabungan gelar operasi yustisi bagi PKL liar dan PMKS

"Kami Polda Metro dan jajaran akan maksimalkan dan masifkan upaya mendukung kebijakan tadi (PSBB). Tentunya pemaksimalan dilakukan secara masif dan kami akan terus upayakan pencegahan dan edukasi. Kemudian sosialisasi juga terkait penempatan anggota di keramaian," katanya.

Nana mengatakan perkembangan COVID-19 di wilayah hukum Polda Metro Jaya masih cukup tinggi dan berisiko.

"Ini jadi atensi kita bersama jangan sampai masyarakat terus tertular, sehingga perlu ada pendisiplinan agar masyarakat patuhi protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: Operasi Bina Kependudukan Jakut akan data WNA pendatang

Untuk paksanaan Operasi Yustisi diagendakan berlaku Senin (14/9) dengan upaya humanis dan persuasif.

"Tapi perlu ada ketegasan pada masyarakat. Kita tahu masyarakat korban COVID-19, tapi ini agar masyarakat tercegah dari penularan COVID-19," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tidak kenakan masker, pelajar dan ASN terjaring razia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar