Kandahar, Afghanistan (ANTARA News) - Satu patroli kepolisian Afghanistan menewaskan tujuh penduduk sipil setelah salah mengira mereka pemberontak yang sedang berkumpul mengelilingi kayu bakar tak jauh dari perbatasan Afghanistan-Pakistan, kata polisi Sabtu.

Dua dari tujuh orang tewas pada Kamis malam di daerah Raig, antara distrik Shorabak dan Spin Boldak, di provinsi Kandahar selatan. Mereka adalah anak muda berumur tak lebih dari 18 tahun, kata komandan polisi perbatasan selatan, Jenderal Mohammad Raziq.

Tim polisi yang terdiri enam petugas patroli telah ditahan, katanya menambahkan.

"Kami menanyai para anggota polisi perbatasan mengenai latar belakang penembakan itu, dan penyelidikan akan memutuskan apakah hal itu dilakukan dengan sengaja," katanya kepada AFP.

Kematian penduduk sipil dalam pertempuran melawan Taliban di Afghanistan telah mencapai rekor tertinggi tahun lalu. Sebagian besar korban dibunuh oleh gerilyawan, menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Dalam satu laporan bulan lalu, PBB mengatakan, 2.412 warga sipil telah tewas selama 2009, dibandingkan dengan 2.118 orang pada tahun sebelumnya. Sebagian besar, atau hampir 70 persen korban adalah akibat serangan Taliban, termasuk pemboman bunuh diri dan serangan bom pinggir jalan.

Taliban menyalahkan tewasnya penduduk sipil pada pasukan internasional dan pasukan Afghanistan. Banyak orang Afghanistan mengatakan, bahwa kematian penduduk sipil tidak terjadi jika negara tidak menjadi tuan rumah lebih dari 100.000 tentara asing.

Kandahar adalah sasaran penting gerilyawan Taliban, yang dijadikannya sebagai ibu kota negara pemerintahan mereka, pada 1996-2001, sampai mereka ditumbangkan oleh serangan pasukan yang dipimpin AS, setelah serangan Al Qaida terhadap AS.

Kota itu telah menjadi tempat beberapa serangan besar gerilyawan, di antaranya pada Agustus lalu, ketika sebuah bom truk menewaskan 40 orang dan melukai sedikitnya 65 lainnya.(H-AK/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010