Munich, Jerman (ANTARA News/AFP) - Menlu China Yang Jiechi mengatakan kemarin bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan pelanggaran atas standar hubungan internasional dan akan memicu reaksi Baijing.

"Ini tentu saja pelanggaran atas tata cara hubungan di antara negara-negara," kata Yang dalam pidato pembukaan Konferensi Keamanan Munich di kota Jerman selatan itu, dengan menyatakan Taiwan "bagian dari China".

"Tentu saja pemerintah dan rakyat China harus bereaksi. Tak lebih dari hak kedaulatan kami untuk melakukan apa yang perlu ... saya kira rakyat dan pemerintah China di setiap wilayah akan merasa marah mengenai hal ini," menteri itu menambahkan.

"Kami telah mendekati pihak AS dan membuat gambaran dengan sangat serius, pada banyak kesempatan, tapi AS masih meneruskan penjualan itu," katanya.

Menurut perjanjian yang menderakkan hubungan China-AS, Pentagon bulan lalu mengungkapkan paket senjata senilai 6,4 miliar dolar bagi Taiwan yang mencakup rudal Patriot, helikopter Black Hawk dan kapal pencari ranjau.

Beijing telah dibuat marah oleh perjanjian itu dan oleh prospek kunjungan Dalai Lama ke Gedung Putih akhir bulan ini.

Yang menyatakan bahwa dalam perjanjian yang ditandatangani antara Washington dan Beijing 1982, AS telah berjanji untuk mengurangi penjualan senjatanya ke Taiwan.

"Saya sangat mengharapkan AS akan mengubah kelakuannya dalam penjualan senjata dan akan mematuhi komunike 17 Agutsus serta menghentikan penjualan senjata ke Taiwan," tegas menteri itu.

Konferensi Keamanan Munich tiga hari, yang akan berlangsung hingga Ahad, itu melibatkan sekitar 300 tokoh militer, diplomatik dan politik. Untuk pertama kalinya bahwa seorang menteri luar negeri China hadir.
(UU.S008/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010