Biak (ANTARA News) - Harga beras di Kabupaten Biak Numfor, Papua dalam sepekan terakhir terus merangkak naik mencapai Rp500 hingga Rp 1.000 setiap kilogram.

Dari Biak dilaporkan, Minggu, kenaikan harga beras jenis super antar pulau seperti tawon, jalak mas, dan berbagai merek beras berkualitas naik hingga Rp5.000 sampai Rp10.000 per zak.

Untuk beras kualitas bagus merek Jalak Mas dari sebelumnya dijual Rp155 ribu/zak naik menjadi Rp160 ribu/zak, sementara untuk harga ukuran satu kilogram dijual menjadi Rp8.000 dari sebelumnya Rp7.500.

"Harga beras mengalami kenaikan karena pengaruh dari sentra produksi di pulau Jawa ya sebagai penjual saya menyesuaikan harga beras di pasaran," ungkap Ny Wilianto, salah seorang pemasok barang kebutuhan pokok di Biak.

Ia mengakui, kenaikan harga beras karena dipengaruhi penyesuaian harga di tingkat produksi sehingga berdampak langsung dengan kenaikan di masyarakat dalam Rp8.000 sebulan belakangan ini.

Meski harga beras naik, lanjut pemasok kebutuhan pokok di Biak, tetapi persediaan jumlah kebutuhan beras di berbagai pengecer tetap terpenuhi hingga beberapa hari kedepan.

Sedangkan untuk harga beras Bulog dijual oleh berbagai pedagang di Biak dan sekitarnya hingga Minggu 7 Februari 2010 masih dijual berkisar Rp5.000 sampai Rp5.500/kilogram.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok berupa gula pasir di Biak sejak dua pekan terakhir juga mengalami peningkatan harga hingga Rp14 ribu/kilogram jenis gulaku, sedangkan produk impor gula pasir dijual berkisar Rp11 ribu per kilogram.

Untuk jenis bahan pokok minyak goreng hingga sebulan belakangan ini tampak relatif stabil berkisar Rp14.500 merek Bimoli Spesial sedangkan jenis curah mencapai Rp10 ribu/liter.

Jenis kebutuhan lain seperti telur ayam -- berdasarkan data ANTARA -- dijual berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500/butir sementara daging ayam broiler dijual bervariasi hingga Rp24 ribu-25 ribu per kilogram.(M039/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010