Beijing (ANTARA News) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il menyatakan kembali tujuan Pyongyang untuk membersihkan semenanjung Korea dari senjata nuklir, ketika dia bertemu dengan seorang utusan senior China, kata media resmi China dalam laporannya Selasa.

Wang Jiarui, yang berada di Pyongyang mengemban misi untuk memulai kembali perundingan enam negara yang bertujuan menghentikan program nuklir Korea Utara, bertemu dengan Kim Senin, dan menyampaikan pesan dari Presiden China, Hu Jintao, kata Kantor Berita China, Xinhua, sebagaimana dikutip dari AFP.

Kim "Senin menegaskan kembali sikap negaranya untuk mewujudkan perlucutan senjata nuklir di Senenanjung Korea" dalam pembicaraan dengan Wang, ketua departemen internasional Partai Komunis China, menurut laporan itu.

"Kesungguhan pihak-pihak yang berkaitan untuk memulai kembali perundingan-perundingan enam negara sangat penting," kata Kim, yang dikutip tanpa mengindikasikan apakah Korea Utara berencana untuk kembali ke meja perundingan yang diselenggarakan China, dan lama terhenti.

Penasehat politik terkemuka Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Lynn Pascoe, juga berada di Pyongyang Selasa, dalam upaya mendesak Korea Utara melanjutkan kembali perundingan perlucutan senjata, yang ditinggalkan Pyongyang akhir April, sebelun sebelum pihaknya melakukan uji coba senjata nuklirnya yang kedua.

Pemimpin Korea Utara juga mengatakan, negaranya bersedia untuk melakukan upaya-upaya dengan China untuk memperkokoh komunikasi dan koordinasi lebih lanjut, kata Xinhua.

Dalam suratnya kepada Kim, Hu mengatakan, Beijing siap bekerja dengan Korea Utara untuk memelihara perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea, kata Xinhua.

Hu sekali lagi menyampaikan undangan kepada Kim untuk berkunjung ke China, katanya menambahkan.

Kelompok perundingan enam negara terdiri atas dua Korea, China, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.

Sebagai syarat untuk kembali ke meja perundingan, Korea Utara ingin Washington berjanji untuk menyelenggarakan perundingan-perundingan perdamaian secara resmi, dan meminta pencabutan sanksi-sanksi yang dikenakan PBB terhadap negaranya.

Di tengah kesibukan diplomasi internasional, Pyongyang Senin menuduh Seoul berencana untuk menggulingkan rezim Kim, dan memperingatkan bahwa pihaknya melakukan `serangan rahasia` untuk melindungi negaranya.(H-AK/A024)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010