Wali Kota: 20 investor Singapura siap masuk di Batam

Wali Kota: 20 investor Singapura siap masuk di Batam

Wali Kota Batam Muhammad Rudi (Dok Pemkot Batam)

Mereka sedang melihat bagaimana upaya kita menangani COVID-19. Untuk itu, penanganan virus ini harus segera dituntaskan
Batam (ANTARA) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Rudi menyebutkan terdapat 20 penanam modal yang siap berinvestasi setelah penanganan COVID-19 di kota kepulauan itu tuntas.

"Totalnya ada 20 investor," kata Wali Kota Muhammad Rudi di Batam, Kamis.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam itu menyatakan telah bertemu dengan Singapore Chambers of Commerce and Industry (Kadin Singapura) dan sejumlah investor.

Baca juga: Lampung tawarkan tujuh proyek kepada investor Singapura

Muhammad Rudi mengatakan para investor itu sudah bersiap masuk Batam.

Ia percaya investasi yang akan masuk itu akan mampu memulihkan ekonomi kota yang anjlok akibat pandemi COVID-19.

"Mereka sedang melihat bagaimana upaya kita menangani COVID-19. Untuk itu, penanganan virus ini harus segera dituntaskan," kata Wali Kota.

Menurut dia, ekonomi Batam kini tengah berada di titik nadir.

Baca juga: Jakarta tawarkan 5 proyek investasi kepada investor Singapura

Beberapa sektor penggerak ekonomi, seperti industri, perdagangan, dan pariwisata, banyak yang masih menunggu dan mengamati, sebagai dampak pandemi.

"Jadi perlu peran kita semua. Terus disiplin pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," ujar Muhammad Rudi.

Ia mengatakan pihaknya akan terus berupaya menekan angka penularan COVID-19. Namun, dibutuhkan peranan seluruh pihak, dan yang paling besar adalah masyarakat.

"Mari sama-sama kita menerapkan protokol kesehatan agar kita bisa menumbuhkan kembali perekonomian di Batam," kata dia.

Baca juga: Sulut tawarkan tiga proyek investasi kepada investor Singapura

 

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pengamat: Resesi Singapura peringatan bagi Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar