Luhut sebut permintaan tambah 20 juta vaksin UEA dikabulkan

Luhut sebut permintaan tambah 20 juta vaksin UEA dikabulkan

Tangkapan layar - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (tengah atas) dalam jumpa pers bersama penanganan Covid-19 secara virtual, Jumat (18/9/2020). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI/pri.

Kalau yang 20 juta dosis itu sudah dapat ya, enggak ada masalah. Kita ingin tambah lagi, jadi kita ingin kalau boleh tambah 10 juta lagi.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan permintaan Indonesia untuk menambah 20 juta dosis vaksin COVID-19 kepada Uni Emirat Arab (UEA) telah dikabulkan, dan kini pemerintah ingin mendapat tambahan 10 juta dosis vaksin lagi.

Dalam jumpa pers penanganan COVID-19 di delapan provinsi secara virtual, Jumat petang, Luhut mengungkapkan permintaan tambahan 20 juta vaksin disampaikannya kepada Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei beberapa hari lalu.

'Kalau yang 20 juta dosis itu sudah dapat ya, enggak ada masalah. Kita ingin tambah lagi, jadi kita ingin kalau boleh tambah 10 juta lagi," katanya.

Baca juga: Kemenhub rancang rute penerbangan pendistribusian vaksin COVID-19

Luhut menjelaskan komunikasi pemerintah Indonesia dan UEA sangat baik. Ia juga mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Presiden Jokowi.

Menurut mantan Kepala Staf Kepresidenan itu, bisa saja lobi untuk meminta tambahan vaksin dilakukan sendiri oleh Presiden Jokowi karena merupakan sahabat dekat Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Namun, Luhut mengaku akan mencoba melakukan lobi terkait tambahan dosis vaksin tersebut.

"Mungkin nanti Presiden bisa saja bertelepon dengan Mohammed Bin Zayed, itu teman beliau. Tapi saya mau coba dulu kalau dengan level kami bisa tambah lagi 10 juta dosis, jadi total 30 juta, saya kira sudah cukup," katanya.

Baca juga: Pemerintah pastikan Indonesia mendapatkan akses vaksin COVID-19

Luhut yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menjelaskan,  setelah vaksin didapatkan petugas kesehatan akan menjadi barisan terdepan yang akan menerimanya.

Jawa Bali akan menjadi wilayah prioritas untuk mendapat penyaluran vaksin di tahap awal yang diperkirakan mulai Desember 2020.

"Jangan sampai ada lagi dokter kita atau perawat kita yang kena dan jadi korban COVID-19 ini. Itu prioritas kita, baru setelah itu lebih luas lagi. Lalu (daerah) yang paling pertama Jawa-Bali, kenapa Jawa-Bali? Memang sumber COVID-19 ini paling banyak di daerah ini sekarang," pungkasnya.

Luhut berharap Desember 2020 pemerintah melalui TNI dan Polri sudah bisa menyiapkan injeksi vaksin kepada para petugas kesehatan.

Ia mengatakan hingga Januari 2021 nanti ditargetkan sudah ada hampir 100 juta penduduk yang disuntikkan vaksin COVID-19.

"Kalau (masa kritis) terlampaui, sampai Januari nanti sudah hampir 100 juta yang diinjeksi saya kira mungkin akan mulai terkendali. Itu target kita, karena tahun depan kita akan dapat 270 juta lebih (dosis vaksin). Mungkin saya kira akan lebih dari itu," katanya.
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Luhut: impor garam industri harus direkomendasikan Kemenperin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar