Banda Aceh (ANTARA News) - Kabupaten Aceh Besar mulai memanfaatkan tenaga surya sebagai pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi yang ramah lingkungan.

"Kita sudah lama alami defisit listrik, maka harus dicari solusi alternatif untuk pembangkit listrik," kata Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud di Aceh Besar, Jumat.

Hal itu disampaikan saat meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang menghasilkan 1.000 watt untuk radio komunitas Darsa FM di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar.

Bukhari berharap, ke depan, kerja sama untuk memanfaatkan tenaga surya maupun energi terbarukan lainnya di daerah tersebut dapat dilakukan dalam skala besar sehingga tidak tergantung lagi pada pasokan energi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Radio komunitas milik masyarakat Kecamatan Darussalam tersebut sudah berdiri sejak 2007 dan dapat mengudara hingga radius sepuluh kilometer.

Kehadiran radio komunitas Darsa FM itu dinilai sangat bermanfaat untuk menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat setempat.

Untuk mendukung keberadaan radio komunitas dan berkontribusi untuk pemenuhan energi listrik yang ramah lingkungan, Ford Foundation memberikan dukungan berupa penyediaan energi terbarukan yaitu PLTS kepada Darsa FM.

Dukungan ini dilakukan melalui kerja sama antara Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia dan Combine Resource Institution (CRI).

Menurut perwakilan GEF SGP, Katarina Dwi Hastarini, pemanfaatan energi terbarukan berupa PLTS dipilih karena sifatnya sebagai salah satu energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Selain itu, energi ini juga memanfaatkan posisi Indonesia di garis khatulistiwa yang memiliki sumber energi matahari yang tersedia sepanjang tahun dan gratis.

Terkait dengan pemasangan dan perawatan, PLTS tidak memerlukan sistem transmisi yang rumit, dapat ditempatkan di daerah terpencil, umur pakai sekitar 20 tahun, dan perawatan yang mudah dan hampir tanpa biaya.(D016/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010