PHRI DKI konfirmasi 30 hotel siap tampung isolasi pasien OTG

PHRI DKI konfirmasi 30 hotel siap tampung isolasi pasien OTG

Ilustrasi - Dua orang tenaga kesehatan memeriksa mobil ambulans yang akan masuk ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj)

30 hotel dengan jumlah kamar sebanyak 3.996 tersebut masih mungkin untuk berubah seiring dengan waktu dan juga verifikasi oleh tim Satgas COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta mengonfirmasikan saat ini sudah ada 30 hotel yang menyatakan siap untuk menampung kebutuhan isolasi bagi orang atau pasien Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) tanpa gejala (OTG).

Ketua PHRI Jakarta Krisnadi menyebut jumlah 30 hotel ini mengalami perubahan setelah per Jumat (18/9) lalu memang baru ada 27 hotel yang mengajukan minatnya sebagai hotel penampung pasien COVID-19 dengan satatus OTG.

"Jadi asalnya pada Jumat (18/9) ada 27 hotel yang berminat, namun dalam beberapa hari ini ada pengurangan tujuh hotel (pengunduran diri dengan berbagai alasan) dan juga penambahan 10 hotel yang berminat. Sehingga data per Minggu (20/9) ada 30 hotel yang konfirmasi," kata Krisnadi dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin.

Baca juga: PHRI: 3.700 kamar di 27 hotel disiapkan untuk pasien COVID-19 DKI

30 hotel dengan jumlah kamar sebanyak 3.996 tersebut, kata Krisnadi, masih mungkin untuk berubah seiring dengan waktu dan juga verifikasi oleh tim Satgas COVID-19.

"Serta kebutuhannya yang erat kaitannya dengan penambahan pasien yang masuk ke Wisma Atlet Kemayoran, juga memperhatikan ketersediaan ranjang di rumah sakit - rumah sakit di Jakarta," ujar Krisndi.

Verifikasi sendiri, ujar Krisnadi, jadwalnya masih disusun oleh Satgas COVID-19 daerah yang nantinya akan berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 pusat.

Baca juga: Pelaku bisnis perhotelan Jakarta optimis tingkat hunian naik 40 persen

Akan tetapi, terkait hotel mana saja yang mengonfirmasikan sudah siap, Krisnadi belum bisa mengutarakannya.

"Yang jelas biayanya dari pusat," ucap Krisnadi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan tidak memperbolehkan masyarakat melakukan isolasi mandiri di rumah demi mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Jakarta di perkampungan yang tinggi. Akhirnya Pemprov berkoordinasi dengan pemerintah pusat menyediakan Tower 4 dan 5 sebagai tempat isolasi.

Akan tetapi, Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta yang disiapkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sejak Jumat (11/09) lalu untuk pasien isolasi mandiri, kini sudah terisi 1.442 pasien atau 91,84 persen dari total kapasitas 1.570 tempat tidur.

Baca juga: Polisi ringkus pelaku perusakan sebuah hotel di Jakarta Barat

Tower tersebut telah terisi pasien COVID-19 dengan kondisi orang tanpa gejala (OTG) dan tidak punya tempat untuk melakukan isolasi mandiri.

Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (20/09), berdasarkan data yang diperbarui Satgas Penanganan COVID-19 pada Minggu (20/09) pukul 06.00 WIB.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien, tim Satgas COVID-19 terus melakukan upaya perbaikan dan persiapan Tower 4 sebagai Flat Isolasi Mandiri dengan target rampung dan dapat digunakan pada pekan depan.

Tingkat kapasitas tower 4 mampu menampung sebanyak 1.546 tempat tidur, sehingga total tempat tidur yang tersedia di Flat Isolasi Mandiri, baik tower 4 dan 5 ada sebanyak 3.116 tempat tidur.

Jauh sebelum Wisma Atlet disiapkan dan penuh oleh pasien isolasi, Satgas COVID-19 pusat mengeluarkan kebijakan untuk menyiapkan hotel berbintang sebagai lokasi isolasi mandiri pasien OTG.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cilegon mulai operasikan hotel isolasi pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar