Moskow (ANTARA News/AFP) - Rusia kini sedang menunggu Bulgaria menjelaskan niatnya akan ikut ambil bagian dalam sistem pertahanan rudal Amerika Serikat di Eropa, yang muncul sebagai keheranan yang tak disukai Moskow, kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Minggu.

"Kami sedang menunggu penjelasan-penjelasan itu dan kami berharap itu," kata Lavrov kepada wartawan di Managua, seperti dikutip oleh Kantor Berita RIA Novosti.

"Kami telah menyatakan kepada mitra-mitra AS kami di Washington melalui duta besar kami, mengenai apa artinya ini, dan mengapa kami heran terhadap sikap Bulgaria ini setelah keheranan terhadap Romania," kata Lavrov.

Perdana Menteri Bulgaria Boykp Borisov, Jumat, mengatakan dia setuju ikut ambil bagian dalam sistem pertahanan rudal baru AS di Eropa, dan seorang dutabesar AS diketahui mengatakan bahwa, hal itu sudah dimulai.

Romania telah membuat marah Rusia saat mengumumkan bahwa pihaknya ingin menjadi tuan rumah pencegat rudal balistik skala menengah itu, sebagai bagian dari sistem pertahanan rudal AS yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2015.

Duta besar AS untuk Bulgaria James Carlick mengisyaratkan dalam satu kuliah umum bahwa Washington membuka diri bagi perundingan-perundingan dengan Sofia tentang masalah tersebut.

Warlick mengecilkan ketakutan-ketakutan Rusia tentang sistem yang mengulangi pernyataan Presiden Barack Obama bahwa AS menginginkan "Rusia yang kuat, penuh perdamaian dan kemakmuran bagi warga Rusia."

"AS tidak akan mempertanyakan kepada pemerintah atau rakyat Bulgaria untuk memilih antara Moskow dan Washington," katanya menambahkan.

AS pada September akan menangguhkan rencana - yang juga membuat marah Rusia - dengan menggantikan fasilitas pertahanan di Republik Ceko dan Polandia.

Pemerintahan Obama sejak lama melancarkan diskusi-diskusi dengan negara-negara yang berpotensi menjadi tuan rumah, mengenai pendekatan perubahan pertahanan sipil.(*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010