IHSG ditutup anjlok, dipicu kekhawatiran resesi dan kasus COVID-19

IHSG ditutup anjlok, dipicu kekhawatiran resesi dan kasus COVID-19

Ilustrasi: Layar menampilkan pergerakan turun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Sentimen lainnya yaitu adanya statement Sri Mulyani yang diberitakan media bahwa Indonesia akan mengalami resesi pada pengumuman GDP Q3 pada awal November nanti.
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore masih terkoreksi seiring naiknya jumlah kasus positif COVID-19.

IHSG ditutup melemah 65,27 poin atau 1,31 persen ke posisi 4.934,09. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 11,6 poin atau 1,51 persen menjadi 756,38.

Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Selasa, mengatakan, pelemahan IHSG salah satunya disebabkan kekhawatiran pasar terhadap gelombang kedua COVID-19 mengingat jumlah kasus positif terus meningkat.

"Sentimen lainnya yaitu adanya statement Sri Mulyani yang diberitakan media bahwa Indonesia akan mengalami resesi pada pengumuman GDP Q3 pada awal November nanti. Adanya laporan intelijen dari FinCEN Files juga turut mempengaruhi perilaku pasar untuk bersikap wait and see," ujar Nafan.

Baca juga: Sri Mulyani perkirakan ekonomi 2020 tumbuh minus 1,7-minus 0,6 persen

Dokumen hasil penyelidikan FinCEN Files mengungkapkan transaksi beberapa bank global besar yang diduga memuluskan praktek pencucian uang, diduga juga mengalir ke Indonesia.

Selain itu penurunan IHSG juga dipengaruhi sentimen dari kawasan Asia Timur yang kembali memanas mengingat adanya ketegangan antara China dengan Taiwan.

Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Baca juga: IHSG Selasa dibuka melemah 51,63 poin

Secara sektoral, seluruh sektor terkoreksi dengan sektor pertanian turun paling dalam yaitu minus 2,5 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor konsumer masing-masing minus 1,97 persen dan minus 1,2 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp632,5 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 559.655 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,59 miliar lembar saham senilai Rp6,87 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 305 saham menurun, dan 147 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Shanghai melemah 42,64 poin atau 1,29 persen ke 3.274,3, Indeks Hang Seng turun 233,84 poin atau 0,98 persen ke 23.716,85, dan Indeks Straits Times turun 23,02 atau 0,93 ke 2.462,69.

Baca juga: Sri Mulyani: Pendapatan negara turun 13,1 persen


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

IHSG menguat ikuti naiknya bursa dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar