Warga Korsel didesak untuk hindari lonjakan COVID-19 selama masa libur

Warga Korsel didesak untuk hindari lonjakan COVID-19 selama masa libur

Seorang perempuan menggunakan sebuah eskalator untuk turun di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19) di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (9/9/2020). REUTERS/Kim Hong-Ji/foc/cfo (REUTERS/KIM HONG-JI)

Seoul (ANTARA) - Korea Selatan, pada Selasa, meminta warganya untuk tetap menjalankan protokol pembatasan sosial, bahkan di tengah persiapan untuk merayakan hari libur besar, dengan virus corona jenis baru yang membawa ancaman sekali dalam satu abad meski angka kasus baru telah menurun.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 28 infeksi baru per Senin tengah malam, pada hari kelima dengan peningkatan dua angka. Jumlah total infeksi nasional pun menjadi 23.699 kasus dengan 407 kematian.

Angka tersebut dilaporkan satu hari setelah jumlah harian jatuh ke angka terendah sejak klaster-klaster virus muncul bulan lalu di sebuah gereja dan aksi demo politik besar-besaran, membawa lebih dari 1.800 infeksi.

Otoritas kesehatan mengimbau orang-orang untuk tinggal di rumah dan menghindari pertemuan menjelang liburan syukur musim gugur Korea, Chuseok, yang dimulai pada hari Rabu, meskipun jutaan diperkirakan masih melakukan perjalanan ke seluruh negeri.

"Kita berada dalam situasi bencana penyakit menular yang dapat kita hadapi sekali dalam satu abad. Meskipun sedikit tidak nyaman dan tidak terasa seperti Chuseok, kami mendorong Anda untuk berupaya tetap mengikuti tindakan-tindakan anti-virus," pejabat KDCA Kwon Jun-wook mengatakan dalam sebuah pengarahan.

Kwon mengatakan tren penurunan kasus merupakan hasil dari pembatasan jarak sosial selama beberapa pekan terakhir dan negara seharusnya tidak mengulangi kesalahan yang membawa lonjakan kasus setelah dua liburan sebelumnya.

Wakil Menteri Kesehatan Kang Do-tae juga mengungkapkan bahaya liburan Chuseok yang dapat memicu gelombang infeksi lagi.

"Menjaga jarak dan memakai masker adalah cara teraman untuk melindungi Anda, keluarga, dan masyarakat," kata Kang.

Pemerintah melonggarkan beberapa aturan pembatasan jarak sosial setelah tingkat infeksi melambat bulan ini tetapi memberlakukan langkah-langkah khusus untuk liburan, termasuk melarang makan di tempat istirahat di jalan (rest area) dan kunjungan panti jompo dan mewajibkan pemeriksaan suhu di semua stasiun.

Kang juga memperingatkan akan hukuman tegas terhadap siapa pun yang ambil bagian dalam rapat umum politik. Pihak berwenang mengatakan mereka telah melarang sekitar 137 demonstrasi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Korsel tetap waspada selama musim liburan meski kasus COVID-19 turun
Baca juga: Kasus harian COVID-19 Korea Selatan terendah sejak gelombang kedua
Baca juga: Korea Selatan akan perketat pembatasan sosial selama musim liburan

 

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur harapkan PCR portabel tingkatkan rasio tes COVID-19 Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar