Tanjungpinang (ANTARA News) - Sekitar 50 orang dari berbagai organisasi masyarakat pendukung Gubernur Kepri Ismeth Abdullah yang ditahan KPK mendesak agar PNS di Kepri mogok kerja.

Koordinator aksi unjuk rasa, Anis Anorita Zaini di Tanjungpinang, Batam, Kamis, menyatakan, mogok kerja merupakan bentuk rasa keprihatinan terhadap Ismeth yang saat ini ditahan KPK di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta .

Ismeth Abdullah ditahan KPK dengan dugaan terkait kasus pembelian mobil pemadam kebakaran saat menjadi ketua Otorita Batam. "Kami minta kepala dinas, pegawai negeri dan tenaga honorer mendukung Gubernur Kepri agar diberi penangguhan penahanan oleh KPK," kata Anis.

Aksi unjuk rasa digelar di halaman Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Massa membentangkan dua helai kain putih dengan lebar satu meter dan panjang sekitar 50 meter. Massa membubuhkan nama organisasi dan tanda tangan untuk mendukung Ismeth.

Massa mendesak para pegawai keluar dari Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk ikut membubuhkan tanda tangan di atas kain itu. Namun tidak satu pun pegawai yang bersedia keluar dari ruangan kerja. "Kain ini akan dibawa ke Jakarta," kata Anis.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut sempat terjadi kericuhan antara massa pendukung Ismeth dengan petugas Satpol Pamong Praja Kepulauan Riau. Massa mendesak masuk ke ruangan Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, mengajak para pegawai berdoa bersama untuk keselamatan Ismeth.

Petugas Satpol Pamong Praja Pemerintah Kepulauan Riau akhirnya mengizinkan massa berorasi di halaman upacara Kantor Pemerintah Kepulauan Riau. Mereka tetap tidak diizinkan masuk ke ruangan pemerintahan.

Aksi unjuk rasa kemudian dilanjutkan di Kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.
(NP/B010)

Pewarta: Ricka Oktaviandini
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010