Terkonfirmasi positif COVID-19, staf ahli Bupati Sumenep meninggal

Terkonfirmasi positif COVID-19, staf ahli Bupati Sumenep meninggal

Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur Busro Karim menjadi imam dalam shalat jenazah korban COVID-19, yakni Febriyanto, staf ahli bupati bidang ekonomi, pembangunan dan keuangan Pemkab Sumenep di halaman Pemkab Sumenep, Ahad (4/10/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Sumenep)

Berdasarkan hasil tes usap tim dokter yang bersangkutan dinyatakan positif terpapar COVID-19, dan meninggal dunia Sabtu (3/10) 2020) sekitar pukul 16.05 WIB
Sumenep, Jatim (ANTARA) - Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur Busro Karim menyatakan staf ahlinya pada bidang ekonomi, Febriyanyo meninggal dunia, dan terkonfirmasi terpapar positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Mari kita jadikan perhatian bersama. Mari kita sama-sama meningkatkan kewaspadaan, agar penyebaran COVID-19 bisa terus ditekan," katanya di Sumenep, Ahad.

Bupati memimpin langsung shalat dan pelepasan jenazah Febriyanto di halaman Pemkab Sumenep, Ahad pagi.

Shalat jenazah digelar dengan menerapkan protokol kesehatan di halaman Pemkab Sumenep dan diikuti seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan staf di lingkungan Pemkab Sumenep, para keluarga dan kerabat almarhum.

Febriyanto merupakan staf ahli Bupati Busyro Karim di bidang ekonomi, pembangunan dan keuangan Pemkab Sumenep.

Sebelumnya Febriyanto sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit PHC Surabaya.

Berdasarkan hasil tes usap tim dokter yang bersangkutan dinyatakan positif terpapar COVID-19, dan meninggal dunia Sabtu (3/10) 2020) sekitar pukul 16.05 WIB.

Jenazah "Totok" sapaan karib almarhum, dikebumikan di sebelah barat Taman Makam Pahlawan Sumenep.

Sementara itu, berdasarkan rilis Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim menyebutkan, Kabupaten Sumenep termasuk salah satu kabupaten di Jatim dengan status penyebaran COVID-19 risiko tinggi atau zona merah.

Jumlah warga di kabupaten paling timur di Pulau Madura yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 hingga 4 Oktober 2020 ini sebanyak 406 orang, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 326 orang dan sebanyak 26 orang sisanya meninggal dunia.

Kabupaten Sumenep menempati urutan kedua dalam hal jumlah warga yang positif terpapar COVID-19 di Pulau Madura.

Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Bangkalan, yakni 528 orang, lalu Sumenep sebanyak 406 orang, Pamekasan 336 orang, dan yang paling sedikit adalah Kabupaten Sampang, yakni sebanyak 260 orang.

Awalnya Kabupaten Sumenep tergolong kabupaten dengan jumlah warga paling sedikit yang terkonfirmasi terpapar COVID-19.

Baca juga: 19 warga Madura positif COVID-19

Baca juga: Sumenep beri insentif pada petugas medis COVID-19

Baca juga: Satgas COVID-19 Sampang periksa rombongan pengantin asal Sumenep

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sampang dan Sumenep pertahankan zona hijau COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar