Lome (ANTARA/Xinhua-OANA) - Presiden Togo yang meletakkan jabatan Faure Gnassingbe telah menang dalam pemilihan presiden yang diselenggarakan pada Kamis di negara Afrika Barat, demikian keterangan Komisi Pemilihan Umum Nasional Independen (CENI).

Gnassingbe meraih 1,24 juta suara atau 60,9 persen dari dua juta suara, jauh mengungguli pesaing terdekatnya, Jean-Pierre Fabre, yang mengantungi lebih dari 690.000 suara, demikian hasil yang dibacarkan oleh Taffa Tabiou, presiden CENI.

Fabre, calon dari oposisi utama Persatuan Kekuatan bagi Perubahan (UFC), Jumat, telah mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden tersebut sebelum hasil resmi diumumkan.

Gnassingbe mengumpulkan sebanyak 1.243.044 suara sementara Fabre, ahli ekonomi dan calon partai UFC, meraih 692.584 suara atau 33,94 persen.

Posisi ketiga ditempati oleh mantan perdana menteri Yawovi Agboyibo, dengan 2,96 persen suara, kata CENI.

"Hasil ini akan dikirim ke mahkamah konstitusi dalam waktu delapan hari. Banding dapat diajukan," kata pemimpin CENI Issifou Taffa Tabious.

Pemilih yang datang dalam pemungutan suara damai Kamis adalah 64,58 persen, katanya.

Gnassingbe (43), putra mantan pemimpin Gnassingbe Eyadema --yang memimpin dengan tangan besi selama 38 tahun, telah memangku jabatan sejak kematian ayahnya pada 2005, ketika ia terpilih dalam pemungutan suara yang ricuh.

Sebelum pengumuman hasil akhir penghitungan suara, polisi anti-huru-hara turun ke jalan di Lome dan pasukan keamanan membubarkan pendukung oposisi dengan menggunakan gas air mata.

Polisi dengan mengenakan pakaian anti-huru-hara dan petugas keamanan dikerahkan di seluruh ibukota negeri tersebut. Mereka memasang barikade di tempat strategis, dan jalan kota itu --yang biasanya dipenuhi kendaraan-- lengang sementara kegiatan usaha ditutup.

Markas partai yang berkuasa, RPT, di Lome tenang setelah CENI mengumumkan hasil akhir.

Sekretaris Jenderal RPT Jenderal Solitoki Esso mengatakan, "Itu adalah kemenangan besar yang memberi kami banyak kepuasan dan menghapuskan keraguan mengenai prosesnya."

"Rakyat puas dengan partai," katanya.

Sementara itu kondisi suram di markas UFC, yang terletak di daerah terkenal Be, tapi suasana tetap tenang.

Jean Adikossi, pengemudi yang berusia 27 tahun, mengatakan, "Mereka telah menyiarkan hasil palsu. Setiap orang di Togo mengetahui bahwa UFC akan menang dalam pemilihan umum. Dalam 43 tahun, apa yang telah kami saksikan? Itu sudah cukup."

"Mereka belum menang, cukup sudah semuanya, kami akan memburu mereka," kata seorang perempuan.

Di Lome, kubu oposisi, jalan-jalan lengang setelah hasil penghitungan suara diumumkan.

"Saya tidak tahu apa yang sedang berlangsung. Kami semua takut. Kami tidak mengetahui bagaimana kami akan bangun besok," kata Jean-Luc, pengemudi ojek motor.

"Sederhana saja, kami akan bangun pada pagi hari dengan petugas keamanan sebagai teman," kata seorang temannya.

Pada sore hari, berita mengenai sebagian hasil penghitungan suara dari CENI telah memicu ketegangan di Lome. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010