Surabaya (ANTARA News) - Kasus Bank Century membuktikan bahwa kasus korupsi juga ada di kalangan swasta dan bahkan korupsi di kalangan swasta lebih berbahaya, kata dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Putu Anom Mahadwartha, S.E., M.M., di Surabaya, Kamis.

"Banyak kalangan selama ini menilai korupsi hanya terjadi di pemerintahan, padahal korupsi di kalangan swasta juga ada," katanya.

Dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-42 Ubaya, ia menegaskan bahwa korupsi di kalangan swasta dapat terjadi pada perusahaan milik keluarga dan perusahaan yang dikelola secara profesional.

"Tapi, korupsi dalam perusahaan berbasis keluarga umumnya cenderung lebih tinggi, bahkan ada yang menilai perusahaan keluarga itu bukanlah perusahaan. Century yang bangkrut dan di-bailout itu buktinya," katanya.

Bukti lainnya adalah krisis global yang menimpa Amerika Serikat (AS) yang merupakan korupsi di kalangan swasta.

"Krisis global itu membuktikan dampak korupsi di kalangan swasta yang lebih berbahaya jika dibandingkan korupsi di kalangan pemerintah," katanya.

Bila di kalangan pemerintah, korupsi dilakukan pejabat publik, maka korupsi di kalangan swasta dilakukan manajer, pemilik perusahaan, dan bagian keuangan.

"Masalahnya, ada-tidaknya korupsi di kalangan swasta sulit terdeteksi, apalagi bila merupakan perusahaan keluarga," katanya.

Namun, ada tiga indikator untuk mengetahui yakni bila pertumbuhan bisnis tinggi tapi kas keuangan rendah, bila pertumbuhan bisnis menurun tapi kas keuangan tinggi, dan bila pertumbuhan dan keuangan sama-sama tinggi.(Ant/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010