Jakarta (ANTARA News) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi mengungkapkan bahwa nota kesepahaman (MoU) pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, rencananya akan segera ditandatangani pada Maret 2010.

Pernyataan Mensesneg itu disampaikan kepada delegasi organisasi relawan kegawatdaruratan kesehatan "Medical Emergency Rescue Committee" (MER-C) Indonesia yang dipimpin Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad, saat audiensi dengan Sudi Silalahi di Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat.

"Mensesneg juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang menurut beliau memang sangat dibutuhkan di sana," katanya kepada ANTARA seusai pertemuan itu.

Ia mengatakan, Mensesneg menyatakan bahwa penandatanganan MoU itu akan dilaksanakan pada Maret karena draf MoU pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza sudah rampung sejak Februari 2010.

Mengenai anggaran untuk pembangunan RS, menurut Mensesneg, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah setuju dengan alokasi anggaran Rp20 miliar, sementara MER-C mengalokasikan Rp13 miliar yang seluruh dananya berasal dari donasi masyarakat Indonesia.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Presidium MER-C Indonesia Sarbini Abdul Murad juga menyatakan bahwa semua gambar dan disain rinci Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang akan berfokus pada trauma center dan rehabilitasi sudah selesai.

Gambar disain RS tersebut, kemudian diserahkan langsung kepada Mensesneg.

Pembangunan RS Indonesia di Gaza, Palestina yang digagas antara rakyat dan pemerintah Indonesia, bermula dari misi kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang saat itu dipimpin Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Kementerian Kesehatan dr Rustam S Pakaya, MPH dan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Aidil Chandra Salim.
(A035/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010