Pangkalpinang (ANTARA News) - PT PLN Wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendukung wacana pemerintah daerah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di provinsi tersebut.

"Kami mendukung adanya wacana dan recana pemerintah untuk membangun PLTN, ini recana yang bagus dan Babel secara geografis cukup memungkinkan dibangun PLTN," kata Humas PLN Wilayah Babel, Edwin Adrin di Pangkalpinang, Minggu.

Namun, kata dia, PLTN memiliki risiko yang cukup tinggi sehingga harus dilakukan pengkajian ilmiah secara matang sebelum pembangunan dimulai.

"PLTN ini memiliki risiko yang cukup tinggi di masyarakat, maka harus dikaji secara matang terutama kawasan pembangunan PLTN itu," katanya.

Menurut dia, pembangunan PLTN harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai karena tenaga nuklir memiliki risiko sangat tinggi dibanding pembangkit lainnya.

"Sebenarnya masih ada energi alternatif lainnya yang risikonya lebih rendah dibanding PLTN yaitu energi panas bumi dan batu bara," ujarnya.

Ia mengatakan, risiko paling terkecil dari PLTN harus menjadi perhatian karena dampaknya sangat luas sehingga dibutuhkan SDM yang andal.

"Misalnya, tingkat risiko lima persen, maka tingkat pengamanannya harus tiga kali lipat sehingga dapat dikendali apa bila terjadi kebocoran," ujarnya.

Selain itu, kata dia, dampak lingkungannya harus diperhatikan terutama untuk pembuangan gas sebagai hasil pembakaran bahan baku dari uranium.

"Justeru itu, pembangunan PLTN harus berdasarkan hasil kajian yang matang dan survei lokasi yang tepat agar tidak berisiko terhadap masyarakat sekitar," ujarnya. (HDI/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010