Tokoh agama: Edukasi gereja tingkatkan kedisiplinan protokol kesehatan

Tokoh agama: Edukasi gereja tingkatkan kedisiplinan protokol kesehatan

Umat Katolik menggelar ibadah misa mingguan di Gereja Katedral Jakarta, Minggu (12/7/2020). Misa ini merupakan ibadah pertama yang digelar secara langsung dengan dihadiri umat setelah kurang lebih tiga bulan menggelar misa daring sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19. ANTARA/Sugiharto Purnama/am.

dengan tertib dan disiplin maka pencegahan itu pasti dapat dilakukan
Jakarta (ANTARA) - Kesadaran dan kedisiplinan masyarakat Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 semakin meningkat dengan dukungan dari penguatan edukasi dan sosialisasi yang dilakukan lintas agama terutama gereja-gereja Katolik di wilayah itu.

"Gereja dalam menjalankan protokol kesehatan COVID-19 berpedoman pada aturan Pemerintah Republik Indonesia dari segala segi bidang kehidupan," kata Romo Deken Malaka Keuskupan Atambua Edmundus Sako dalam lokakarya virtual Belajar Disiplin Protokol Kesehatan Malaka, Nusa Tenggara Timur yang diadakan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Jakarta, Selasa.

Romo Deken Edmundus menuturkan pihaknya terus mengarahkan umat Katolik untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan yang mencakup 3M, yaitu memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Disiplin protokol kesehatan terus disampaikan secara lisan dalam forum-forum kegiatan keagamaan maupun dalam pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh gereja.

"Jika kita menjalankan semuanya ini dengan tertib dan disiplin maka pencegahan itu pasti dapat dilakukan," tuturnya.

Romo Deken Edmundus mengatakan Forum Kerukunan Umat Beragama juga berperan penting dalam mengedukasi, melakukan sosialisasi serta memberikan arahan dan imbauan kepada masyarakat di Kabupaten Malaka untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.

Baca juga: Satpol PP Banjarmasin sampai tiga kali sehari operasi masker di jalan

Baca juga: Pakai masker scuba dilapisi tisu saat olahraga, boleh atau tidak?

Baca juga: BSN imbau masyarakat pakai masker terstandar


Pihak gereja juga mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 agar tetap bertahan di masa-masa sulit akibat pandemi itu.

Dalam lokakarya itu, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

"Kita harus memakai masker dengan benar, menghindari kerumunan dan selalulah kita mencuci tangan kita memakai sabun dengan air yang mengalir," kata Kepala Sub Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Troy Pantouw.

Kolaborasi, koordinasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah, tokoh agama, swasta dan media juga menjadi penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan secara berkelanjutan dan disiplin.

"Apa yang kita lakukan agar disiplin dan patuh memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mencuci tangan itu belum sebanding dengan beratnya perjuangan dari para dokter dan juga tenaga kesehatan yang merawat pasien di rumah sakit," ujar Troy.

#satgascovid19 #jagajarak

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkab Kubu Raya pastikan regulasi COVID-19 berjalan hingga tingkat desa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar