Batang (ANTARA News) - Tabrakan di dua lokasi di jalur pantura Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih dan Poncowati, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa malam mengakibatkan 15 korban tewas dan 31 korban luka.

Kecelakaan pertama mengakibatkan 10 korban tewas ketika bus Jaya dengan nomor polisi AE 7159 US yang dikemudikan Arifin sembiring (55), warga Karangmalang, Sragen, dari arah timur menabrak truk Siba H 1994 MS yang dikemudikan Suwanto (35) warga Sulang, Rembang di jalur pantura Penundan.

Kecelakaan satunya, yaitu ketika sebuah truk tronton bernomor B 9368 OH yang dikemudikan Alexander Swabessy (46) warga Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, bermuatan gulungan pelat besi dan berpenumpang lima anak bergaya "punk" menghantam tebing, lalu terguling di jalur Poncowati, Alas Roban, Gringsing.

Kecelakaan truk tronton itu menewaskan lima korban akibat terjepit muatan pelat besi baja.

Kelima korban yang semuanya anak "punk" tersebut, yaitu Itong (19), Lulu (17), Ucil (15), Angga (13), dan seorang anak laki-laki tak dikenal. Semua korban, adalah warga Pekalongan, Jawa Tengah.

Sementara, 10 korban tewas dari penumpang bus Jaya, yaitu Denda Atmawijaya (22) warga Sumber Dodol, Magetan, Jatim, Arifin Sembiring (55), Plumbungan Indah 28/8, Karang Malang Sragen,

Sumarno (40) warga Kepotan Lampung, dan Slamet Setiawan (40) warga Jembatan Lima, Jakarta.

Selain itu, satu laki-laki tak dikenal, dua wanita tak dikenal, Qoirin (25) warga Kalirejo, Bojonegoro, Jatim, Kasiran (60) warga Sukolilo, Madiun.

Saat ini, para korban tewas berada di Rumah Sakit Umum Suwondo, Kendal, Rumah Sakit Islam Rowosari, Weleri, dan Pusekesmas Rowosari.

Salah satu penumpang selamat, Marsono (40) mengatakan, sopir bus sejak dari Solo sudah mengemudikan bus dengan kencang.

Saat itu, dirinya sudah merasa takut sehingga para penumpang sempat mengingatkan pengemudi bus agar melajukan dengan kecepatan tidak terlalu cepat.

Kapolres Batang AKBP Ahmad Luthfi mengatakan, kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan sepuluh orang tewas diduga karena sopir bus ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraannya.
(KTD/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010