Makassar (ANTARA News) - Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) setelah berdialog dan mencari fakta di Polda Sulawesi Selatan dan Barat menemukan adanya perbedaan sketsa mengenai kasus bentrokan antara polisi dan aktivis HMI Cabang Makassar.

"Ada perbedaan sketsa kasus karena berdasarkan keterangan dari beberapa sumber kepolisian dan mahasiswa HMI Cabang Makassar itu berbeda," kata anggota Komnas HAM Joni Nelson Simanjuntak saat bertemu dengan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang Rochjana di Makassar, Rabu.

Menurut Joni, hasil pertemuannya dengan Kapolda selama lebih dari lima jam di ruang kerjanya terungkap banyak perbedaan fakta-fakta kejadian yang terjadi di lapangan pada awal peristiwa Rabu (3/3) malam dan Kamis (4/3) pagi.

Jika keterangan yang dihimpun di HMI perkelahian antara mahasiswa dengan polisi di Jalan Gunung Bawakaraeng yang berbuntut penyerangan Wisma dan Sekretariat HMI pada Rabu (3/3) malam.

Pada sketsa kedua, juga dilakukan analisa kasus dimana sekitar 20-an aktivis HMI mendatangi Mapolwiltabes Makassar dan terjadi penganiayaan.

Penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Samapta Polwiltabes Makassar itu saat para mahasiswa berniat menyelesaikan kasus penyerangan yang pertama justru menambah masalah baru tanpa bertemu langsung dengan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang Rochjana dan Kapolwiltabes Makassar kombes Pol Gatta Chairuddin.

"Ada perbedaan sketsa berdasarkan keterangan polisi ada sejumlah orang yang mendatangi Sekretariat HMI Cabang Makassar salah satunya Aipda Sut dari Densus 88 Antiteror yang mencari KC," katanya.

Sejumlah fakta fakta yang menguatkan, lanjutnya, juga ditemukan seperti peristiwa pada Rabu (3/3) malam sejumlah orang yang datang ke HMI masih dalam proses identifikasi mencari KC dan belum diketahui apakah akan melakukan penyerangan atau tidak.

Berdasarkan kedua keterangan itu, pihak Komnas HAM masih akan menginvestigasi dengan meminta keterangan Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol Gatta Chairuddin, Kapolres Makassar Barat AKBP Totok Triwibowo, Kapolres Makassar Timur AKBP Mansjur, Aipda Sut dan oknum anggota HMI KC.

(ANT/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010