Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan Lion Air membantah adanya informasi yang menyatakan bahwa salah satu roda pendaratan pesawat B737-400 sebelah kanan patah ketika mendarat di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, sekitar pukul 10.25 WITA.

"Tidak benar informasi yang menyebutkan, landing gear pesawat kami patah," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Edward menjelaskan, pesawat B737-400 dengan jumlah penumpang 169 orang termasuk kru tersebut, mendarat dengan normal sekitar pukul 10.25 WITA. "Memang saat mendarat, cuaca sedang hujan, namun jarak pandang masih di atas 8 km," katanya.

Menurut Edward, setelah pesawat terhenti di ujung landasan, lalu berputar arah untuk menuju apron. "Saat roda bergerak, diketahui pesawat miring ke kanan dan setelah dicek bannya kempes," katanya.

Namun, Edward tidak bersedia merinci mengapa ban tersebut kempes, apakah karena pendaratan yang keras (hard landing) atau karena objek asing tidak dikenal (Foreign Object Damage).

"Kami belum tahu. Hal itu harus menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang seperti KNKT atau Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan," katanya.

Ia juga mengakui, akibat peristiwa tersebut, bandara memang sempat ditutup sekitar satu jam dan setelah pesawat dievakuasi ke apron, bandara dibuka kembali.

"Sampai saat ini pesawat dalam proses perbaikan atau penggantian ban yang kempes, setelah itu menunggu ijin dari Ditjen Perhubungan Udara, agar bisa terbang kembali," katanya ketika dihubungi sekitar pukul 14.40 WIB.
(T.E008/S004/P003)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010