Kenali tiga jenis sariawan

Kenali tiga jenis sariawan

Ilustrasi sariawan (ANTARA/Pixabay)

Kalau ukurannya besar, kalau sudah mayor atau herpetiform, itu langsung ke dokter baik dokter umum atau dokter anak...
Jakarta (ANTARA) - Sariawan merupakan peradangan yang terjadi di dalam rongga mulut, dan penyakit ini pun diklasifikasikan dalam tiga kategori tergantung dari ukurannya.

dr. Herwanto, Sp.A dari rumah sakit Mitra Keluarga Kalider, Jakarta mengatakan sariawan selalu ditandai dengan kemerahan, bengkak, luka bahkan perdarahan. Lokasinya pun bisa terjadi di seluruh rongga mulut.

Ada tiga kategori dari sariawan yakni minor, mayor, dan herpetiform. Yang paling sering dialami oleh kebanyakan orang adalah sariawan minor dengan ukuran yang tidak sampai 1 cm dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Baca juga: Sariawan tak kunjung sembuh, bisa jadi tanda kanker

"Yang paling sering minor, bisa sembuh sendiri, biasanya sampai dua minggu tapi siapa yang tahan tidak nyaman sampai dua minggu, orang dewasa aja senewen apalagi anak-anak," kata dr. Herwanto dalam "Kenali Sariawan pada Bayi dan Anak", Kamis.

Sementara sariwan mayor biasanya berukuran lebih dari 1 cm dan terdiri dari beberapa sariawan. Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya namun memakan waktu yang cukup lama.

"Dia tidak berdiri sendiri, bisa sampai tiga sariawan. Ini bisa sembuh sendiri sampai empat minggu dan biasanya memberikan sisa perlukaan jadi ada bekas lukanya," ujar dr. Herwanto.

Yang terakhir adalah sariawan herpetiform. Pada kategori ini, ukuran sariawannya kecil seperti pada sariawan minor namun jumlahnya banyak.

dr. Herwanto mengatakan pada dasarnya sariawan dapat sembuh dengan sendirinya atau dengan bantuan obat-obatan. Namun, jika sariawan berlangsung terus-menerus dan sampai mengalami perdarahan maka harus segera diperiksakan ke dokter.

"Kalau ukurannya besar, kalau sudah mayor atau herpetiform, itu langsung ke dokter baik dokter umum atau dokter anak, lebih dini lebih baik daripada sampai terjadi perdarahan," kata dr. Herwanto.

dr Herwanto melanjutkan,"Kalau timbul terus-menerus, sudah diobati tetap muncul berulang, itu harus khawatir da harus periksa. Kalau nyerinya tidak teratasi sampai tidak bisa makan dan minum sampai demam harus ke dokter."

Baca juga: Pertolongan pertama atasi sariawan pada bayi dan anak

Baca juga: IPB inovasi kayu putih menjadi permen anti-sariawan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar