Pemkot Jakpus gerebek lumpur di saluran penghubung Jalan Sedap Malam

Pemkot Jakpus gerebek lumpur di saluran penghubung Jalan Sedap Malam

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Pusat melakukan pengerukan lumpur dan sedimen saluran penghubung di Jalan Sedap Malam dalam rangka antisipasi banjir, Minggu (18/10/2020). (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Pusat)

Dari kegiatan tersebut, petugas mengangkut 1.000 karung sampah, lumpur yang langsung dibuang ke PLTA Ancol, Jakarta Utara
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan melakukan kegiatan gerebek lumpur di saluran penghubung  RW 01, Jalan Sedap Malam, Kelurahan Kramat Senin, Minggu.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi yang memimpin kegiatan gerebek lumpur mengatakan kegiatan ini sebagai upaya untuk mengantisipasi banjir dan genangan ketika hujan lebat turun.

Baca juga: Berharap musibah tak lagi mengiringi wabah

"Seluruh wilayah semua melakukan kegiatan ini (gerebek lumpur)," kata Irwandi.

Menurut Irwandi, kegiatan gerebek lumpur atau pengerukan dan pengurasan saluran air di wilayah Jakarta Pusat akan berlangsung hingga Desember 2020 sesuai dengan Instruksi Gebernur DKI Jakarta.

Langkah ini dilakukan supaya saluran air yang ada di wilayah Jakarta Pusat tidak tersumbat.

"Setiap Minggu akan ada kegiatan pengurasan saluran, jangan ada yang tersumbat karena akan mengakibatkan banjir sehingga ada laporan dari masyarakat. Ini jangan sampai terjadi," katanya.

Mantan Kadis UMKM DKI Jakarta ini menambahkan, Pemda DKI akan melayani masyarakat untuk memberikan kenyamanan bagi warganya.

Baca juga: 350 personel dikerahkan untuk Gerebek Lumpur Kali Sentiong

"Banjir itu tidak nyaman, jika banjir kita selalu disalahkan oleh masyarakat, padahal kita sudah kerja semaksimal mungkin," ujar Irwandi.

Menurut Irwandi, kegiatan gerebek lumpur tidaklah mudah, petugas harus membersihkan saluran secara manual karena tidak semua saluran dapat diangkat dengan alat berat, padahal bobot pengerjaan membutuhkan alat berat.

Masih banyak bangunan yang berdiri di atas saluran membuat petugas SDA dan PPSU kesulitan untuk menguras saluran.

Pada prinsipnya, lanjut Irwandi, semua bangunan yang ada di atas saluran harus ditertibkan atau solusinya saluran yang tertutup harus diberikan bak pengontrol supaya petugas mudah mengurasnya.

Baca juga: Antisipasi banjir 50 karung lumpur diangkut dari saluran air di Jaksel

"Pemilik bangunan harus membuat bak pengontrol, jika tidak mau membuat bak pengontrol dibongkar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) SDA Kecamatan Senen, M. Rohman menjelaskan, panjang saluran PHB di Jalan Sedap Malam yang dikeruk mencapai 255 meter, segmen dari Jalan Kramat Bunder sampai dengan Jalan Kramat Soka, dimensi saluran 2 meter x 1,5 meter dengan ketebalan lumpur 1,2 meter.

"Pengurasan ini dilakukan agar air mengalir ke arah selatan menuju ke saluran penghubung Kembang Pacar terus menuju ke Kali Sentiong," ujarnya.

Dari pengurasan tersebut, lanjut dia, petugas mengangkut 1.000 karung sampah, lumpur yang langsung dibuang ke PLTA Ancol, Jakarta Utara.

Lurah Kramat Agus Yahya menambahkan, kegiatan gerebek lumpur di saluran penghubung Jalan Sedap Malam melibatkan 90 personel terdiri dari petugas SDA, PPSU, Bina Marga, Lingkungan Hidup, dan masyarakat.

"Kegiatan ini kita fokuskan di saluran penghubung di Jalan Sedap Malam dan di Jalan Kaca Piring," kata Agus.
 

Pewarta: Laily Rahmawaty/Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sepekan PSBB Transisi II berlaku, Operasi Yustisi Jakpus temukan hampir 2.000 pelanggar 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar