Roma (ANTARA News) - Walikota Roma Gianni Alemanni, dari sayap-kanan, Senin, meresmikan satu pusat pemantau yang bertujuan mengawasi lebih dari 6.000 kamera keamanan dan meningkatkan kerja sama pemerintah setempat dalam menanggulangi aksi kejahatan dan gangguan keamanan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Balai Kota Roma, ruang pengawasan itu, yang dituanrumahi oleh markas polisi, akan memantau selama 24 jam sehari sirkuit kamera yang baru-baru ini dipasang di seluruh kota tersebut guna mengawasi tempat sensitif umum termasuk museum, monumen, tempat parkir, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA

Selain itu, angkutan umum dan stasiun. Saat ini, 1.300 kamera beroperasi dan sebanyak 5.396 kamera lagi akan dipasang dalam beberapa pekan mendatang.

Pusat keamanan itu berfungsi sebagai unit krisis bagi koordinasi pemerintah lokal, termasuk polisi, petugas perlindungan sipil dan petugas pemadam dalam keadaan darurat dan gangguan.

Sasarannya ialah memiliki reaksi yang lebih cepat dan ulet dalam menanggani berbagai kasus kekerasan di kota, aksi kejahatan, kehilangan dan penyalah-gunaan gedung.

Pusat keamanan baru itu dipuji oleh pemerintah sebagai langkah penting yang menempatkan Roma pada tingkat yang sama dengan ibukota besar negara Eropa.

"Sasaran akhir kami ialah meningkatkan pemantauan wilayah melalui peningkatan pengawasan video serta koordinasi di antara lembaga layanan masyarakat dan perusahaan," kata Alemanno.

Ruang pengawasan tersebut adalah bagian dari "Kesepakatan bagi Roma Yang Aman", yang ditandatangani oleh walikota pada Juli 2008. Pemerintah kotapraja sayap-kanan di ibu kota Italia tersebut, yang mengikuti agenda pemerintah Perdana Menteri Silvio Berlusconi, dengan tangan besi telah menindas pelaku kejahatan dan gangguan perkotaan dengan meningkatkan pemantauan serta langkah keselamatan.(C003/A024)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010