Padang (ANTARA News) - Banjir lumpur beserta batu dan kayu (galodo) yang datang dari Gunung Sago di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatera Barat, telah memutus akses jalan yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Tanah Datar.

Menurut Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Drs Syauqie Achmad di Padang Selasa, akibat putusnya jalan dari Payakumbuh menuju Tanah Datar (Batusangkar), masyarakat harus melewati jalur alternatif Tanjung Barulak Kota Payakumbuh.

"Kami bersama dengan Dinas Pekerjaan umum (PU) berusaha mengangkat material yang menimbun badan jalan tersebut," katanya.

Kata dia dibutuhkan alat berat untuk mengangkat material yang terbawa galodo dan kemungkinan baru hari Rabu besok jalan itu bisa dilalui kendaraan.

Secara terpisah, Koordinator Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar Ade Edwar ketika dihubungi mengatakan, hujan lebat yang mengguyur Senin (22/3) sekitar pukul 18.30 WIB menyebabkan galodo menimbun badan jalan.

Menurut dia, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum membantu mengangkat material yang menimbun badan jalan.

"Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan saat ini mengatur arus lalu lintas dengan membuat sistem buka-tutup," katanya.

Dia mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk berhati-hati pada saat hujan lebat, karena longsor akan mengancam para pemakai jalan, mengingat bukit di beberapa daerah Sumatera Barat masih dalam kondisi labil.

(T.KR-ZON/N002/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010