Ambon (ANTARA News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Vlissingen, Belanda, menggelar operasi urologi gratis bagi masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya mulai 22 Maret hingga 4 April mendatang.

Ketua Komite Pengarah (Steering Commite) Sister City Ambon-Vlissingen, Doland Soukotta, di Ambon, Selasa, mengatakan, operasi yang untuk ketiga kalinya digelar itu, merupakan salah satu program kerja sama kota bersaudara (sister city) Ambon-Vlissingen yang telah terjalin sejak 10 tahun terakhir.

"Ini operasi ketiga yang digelar Pemkot Ambon bersama Vlissingen. Tenaga dokter, obat-obatan maupun biaya operasinya ditangani pemerintah Vlissingen," ujarnya.

Soukotta yang juga Asisten I Sekterais Kota (Sekot) Ambon itu, mengatakan, operasi urologi dilaksanakan setelah operasi katarak gratis itu akan dipusatkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon.

Tim dokter Vlissingen yang akan menangani operasi gratis ini yakni dr Emilia Lucia Manuhuttu-Nanlohy yang adalah urulog dibantu perawat Alice Crawfurd dan Rachelle Tabitha serta Evelin Leonora Haliwela sebagai asisten operasi, Jozef Leonie H. Beerens sebagai anastesis serta seorang urolog dari Jakarta yakni dr Frits.

"Seluruh tim medisnya sudah tiba di Ambon pada Minggu (20/3) dan pendaftaran pasien serta pengecekan kondisi kesehatan mulai dilakukan hari ini (Senin), sedangkan operasinya akan dimulai Selasa (23/3)," katanya.

Warga Ambon dan sekitarnya yang ingin dioperasi secara gratis diharapkan langsung mendaftarkan diri di RSU Tulehu atau di Puskesmas masing-masing desa/kelurahan dengan menyertakan kartu Kaminan kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau surat keterangan kurang mampu dari RT setempat.

"Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dan beramai-ramai mendaftarkan diri agar terlayani operasi gratis ini mengingat semua biayanya termasuk pengobatan ditanggung pemerintah," ujarnya.

Menyangkut lokasi operasi di RSU Tulehu, Soukotta menegaskan, sebelumnya pihaknya telah berkoordinasi dengan RSUD Haulussy, Kudamati Ambon, namun hingga kedatangan tim dokter dari Vlissingen pihak rumah sakit terbesar di Maluku itu belum memberikan konfirmasinnya.

"Memang letaknya jauh dari pusat kota Ambon dan masuk wilayah administratif Kabupaten Maluku Tengah Soukotta, tetapi peralatan operasi maupun kesiapan tenaga medisnya hampir sama dengan RSUD dr Haulussy Ambon," katanya.

Salah seorang dokter RSU Tulehu, dr Agus Hariyanto secara terpisah menegaskan, berbagai persiapan operasi sudah rampung baik untuk pendaftaran, pelayanan poliklinik dan ruang operasi.

"Tercatat 10 orang yang mendaftarkan diri untuk menjalani operasi pada Selasa (23/3)," ujar Hariyanto yang pernah magang pada salah satu rumah sakit di Vlissingen, Belanda, tahun 2009.

Dia mengakui, jumlah warga yang mendaftar untuk menjalani operasi gratis itu masih sedikit, sehingga sosialisasinya perlu digencarkan, khususnya kepada masyarakat kurang mampu dan menderita penyakit batu ginjal, batu guli-guli, saluran kandung kemih, prostat serta penyakit kelamin pria dan wanita serta penyakit lainnya.

"Pasien yang terdaftar masih sedikit. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa operasi ini dilakukan secara cuma-cuma atau tidak dipungut bayaran termasuk untuk biaya rawat inap juga ditanggung pemerintah Kota Ambon dan pemprov Maluku," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Hans Liesay, mengatakan selain operasi urologi, tim dokter Vlissingen juga telah melakukan operasi terhadap 220 penderita penyakit katarak yang dipusatkan di RS Otto Kuyk, Passo, kecamatan Baguala, 8-18 Maret lalu.

Selain program kesehatan, kerja sama Ambon-Vlissingen juga difokuskan di bidang kebersihan lingkungan dan persampahan, serta bidang pendidikan yakni pertukaran mahasiswa dan pelajar dari kedua wilayah.

Kerja sama juga dilakukan melalui studi banding aparat Pemkot Ambon ke Vlissingen di antaranya Wali Kota Ambon Jopi Wakil Wali Kota Ambon Olivia Latuconsina, Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, HJ. Huliselan, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Ambon, J. Leatomu serta sejumlah pimpinan instansi teknis terkait.(JA/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010