PM Jepang kunjungi Indonesia, pengusaha China gelar pameran virtual

PM Jepang kunjungi Indonesia, pengusaha China gelar pameran virtual

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga didampingi istri Mariko melambaikan tangan ketika akan bertolak menuju Vietnam dan Indonesia di Haneda International Airport, Tokyo, Minggu (18/10/2020). Suga mengikuti jejak Shinzo Abe, di mana kedua negara itu juga menjadi negara pertama yang dikunjungi setelah dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang. ANTARA FOTO/Kyodo/via REUTERS/pras.

Jakarta (ANTARA) - Para pebisnis China mengontak beberapa koleganya di ASEAN untuk menggelar pameran bisnis secara virtual di tengah kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia dan Vietnam.

Pada Selasa, Pemerintah Daerah Otonomi Guangxi mengadakan konferensi kedua untuk pengusaha China perantauan yang salah satu agendanya adalah menggelar pameran secara daring.

Guangxi yang secara geografis berdekatan dengan kawasan Tenggara Asia memberikan kesempatan bagi pengusaha China untuk melakukan ekspansi.

Menurut pemerintah daerah setempat, konferensi tersebut akan dihadiri sekitar 3.000 pengusaha asing yang menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kebijakan baru operasi bisnis dalam kerangka Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI).

Guangxi sebelumnya berhasil menggelar pameran yang diikuti lebih dari 960 pengusaha asing.

"Meskipun digelar secara daring, pameran ini menjadi kesempatan yang sangat penting bagi pengusaha China untuk menjalin kembali kemitraan dengan koleganya di Asia Tenggara pasca-COVID-19," kata Wakil Direktur Asosiasi Pelaku Ekonomi Beijing Tian Yun.

Sementara itu, kunjungan PM Suga ke Indonesia dan Vietnam menjadi perhatian media di China.

BRI tidak akan terdampak oleh peningkatan kerja sama Jepang di kawasan itu (ASEAN), demikian judul berita utama Global Times, Selasa, yang dilengkapi foto Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN-China menghadapi COVID-19 di Laos pada 20 Februari lalu.

Mengutip pendapat sejumlah pengamat di China, media arus utama itu menyimpulkan bahwa secara umum para pengamat meyakini pilihan negara tujuan perdana menteri baru itu karena Jepang menginginkan peningkatan kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara, entah itu alasan strategi geopolitik atau demi pemulihan ekonomi.

Beberapa pengamat melihat Jepang berusaha menyaingi China dalam memberikan pengaruh di Asia Tenggara yang mungkin saja dapat mengancam kerja sama ekonomi China-ASEAN, khususnya proyek-proyek BRI.

Namun, dari sisi ekonomi, penguatan hubungan Jepang dan ASEAN tidak serta-merta mengganggu hubungan China-ASEAN selama semua pihak dapat mendorong kerja sama antarmereka, demikian pendapat pengamat yang dikutip media yang dikelola partai berkuasa di China itu.

Menurut jadwal PM Suga yang baru dilantik itu melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Selasa dan Rabu (21/10). 

Baca juga: Indonesia sambut kunjungan PM Jepang Yoshihide Suga
Baca juga: Suga sampaikan dukungan untuk inisiatif Indo-Pasifik kepada Jokowi
Baca juga: Menlu China kunjungi lima negara ASEAN

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar