Yogyakarta (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diperkirakan mencapai enam persen, karena dalam dua bulan terakhir ekonomi dalam negeri tumbuh cukup baik.

"Saya sempat memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita sebesar 5,3 persen, tetapi melihat perkembangan dua bulan terakhir saya optimistis angka enam persen bisa tercapai tahun ini," kata pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Toni Prasetyantono, di Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang membaik dalam dua bulan terakhir akan berdampak positif bagi peningkatan APBN Perubahan. Jika APBN bagus akan memberikan stimulus ekonomi yang juga baik.

"Oleh karena itu, perlu APBN Perubahan untuk disesuaikan dengan kondisi ekonomi terakhir yang mengalami pertumbuhan cukup baik," kata Toni yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM.

Ditanya tentang sikap beberapa anggota DPR RI yang menolak rapat kerja dengan Menteri Keuangan untuk pembahasan APBN Perubahan, ia mengatakan, sikap yang diambil sejumlah anggota legislatif itu dapat merugikan semua pihak.

Sikap tersebut, menurut dia, tidak profesional dan menghambat pembahasan APBN Perubahan. Padahal, mereka mengetahui APBN harus diubah untuk disesuaikan dengan kondisi terbaru karena ekonomi dalam negeri sekarang membaik.

Ia mengatakan, rapat kerja antara DPR RI dengan Menteri Keuangan merupakan hal yang penting untuk membahas APBN Perubahan. Jika APBN tidak diubah, maka yang rugi bangsa ini.

"Anggota DPR RI seharusnya dapat menahan diri dan bersikap profesional dalam menghadapi suatu persoalan. Apalagi, Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ini belum terbukti bersalah secara hukum," katanya.

(U.B015/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010