Karawang (ANTARA News) - Para korban banjir di sejumlah daerah sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih mengamankan barang-barangnya ke tempat pengungsian walaupun kondisi banjir pada Sabtu ini mulai surut sedikit demi sedikit.

Barang-barang yang hingga kini masih diamankan itu seperti televisi, pakaian, peralatan dapur, dan lain-lain. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masih terus meluapnya sungai Citarum yang mengakibatkan meningkatnya ketinggian air.

"Saya masih khawatir banjir akan terus terjadi, jadi lebih baik bawa saja barang-barang yang ada di rumah ke tenda pengungsian, agar lebih aman lagi," kata Dayat (41), salah seorang korban banjir di Perumahan Bintang Alam, Karawang, Sabtu.

Dikatakannya, sejak terjadi banjir di daerahnya pada Kamis (18/3), selain mengamankan keluarga dan saudaranya, warga di sekitar perumahan itu juga membawa barang-barang perabotan rumah tangganya ke lokasi pengungsian.

"Kalau tidak dibawa ke tempat pengungsian, saya khawatir akan terbawa arus banjir atau dicuri orang," katanya.

Warga korban banjir lainnya, Nana (30), mengaku terlambat mengamankan barang-barangnya, karena saat banjir dirinya tengah bekerja di Jakarta. Sedangkan yang ada hanya isteri dan dua anaknya.

"Isteri dan anak saya tidak langsung mengamankan barang-barang, saat pertama kali banjir. Baru hari-hari selanjutnya, saya baru bisa mengamankan barang-barang ke tempat pengungsian," katanya.

Namun, karena kondisi genangan air sudah cukup tinggi, ia mengaku kesulitan dalam mengamankan barang-barang yang ada di rumahnya. Sehingga, beberapa barang perabotan rumah tangga lainnya dibiarkan berada di rumahnya, dengan kondisi terendam banjir.
(KR-MAK/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010